Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Menghadapi La Niña: Tantangan Besar dan Dampak Buruk bagi Petani

Menghadapi La Niña: Tantangan Besar dan Dampak Buruk bagi Petani

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – La Niña, salah satu fenomena iklim global yang terjadi akibat pendinginan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik, sering kali membawa dampak signifikan terhadap cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bagi para petani, kehadiran La Niña tidak jarang menjadi ancaman serius yang dapat mempengaruhi produksi pertanian secara keseluruhan.

La Niña biasanya menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya di beberapa wilayah, terutama di Indonesia. Meskipun hujan dapat bermanfaat bagi pertanian, curah hujan yang berlebihan dapat membawa dampak buruk bagi para petani. Salah satu dampak utama adalah risiko banjir yang lebih besar. Banjir dapat merusak tanaman, menggenangi lahan pertanian, dan mengakibatkan erosi tanah. Tanaman yang terendam air dalam waktu lama berpotensi mati atau mengalami pertumbuhan yang terhambat, sehingga produksi panen pun menurun drastis.

Selain banjir, curah hujan yang tinggi akibat La Niña juga meningkatkan risiko penyakit tanaman. Kelembapan yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan jamur dan bakteri penyebab penyakit. Misalnya, padi yang merupakan tanaman pokok di Indonesia, rentan terkena penyakit seperti blast atau hawar daun yang dapat mengurangi hasil panen secara signifikan.

Tidak hanya itu, curah hujan yang tinggi juga dapat menyulitkan proses pemupukan dan penyemprotan pestisida. Saat tanah terlalu basah, nutrisi dari pupuk bisa tercuci sebelum diserap oleh tanaman, sementara pestisida menjadi kurang efektif karena larut bersama air hujan. Hal ini tentunya menambah beban bagi petani yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk pemupukan dan pengendalian hama.

Lebih jauh, fenomena La Niña juga berdampak pada penurunan kualitas hasil panen. Hasil pertanian yang terkena hujan berlebihan cenderung memiliki kualitas yang lebih rendah, seperti beras yang pecah-pecah atau buah-buahan yang mudah busuk. Kualitas yang menurun ini dapat berdampak pada harga jual yang lebih rendah, sehingga mengurangi pendapatan petani.

Dalam menghadapi dampak buruk La Niña, para petani perlu mengambil langkah-langkah mitigasi, seperti meningkatkan sistem irigasi, memilih varietas tanaman yang tahan terhadap genangan air, dan memperbaiki manajemen lahan agar lebih tahan terhadap erosi. Dengan persiapan yang baik, diharapkan dampak negatif La Niña dapat diminimalisir sehingga kelangsungan usaha tani tetap terjaga.

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Farming

      Polbangtan Kementan Hadirkan Teknologi Smart Farming di PENAS XVI Padang, Bentuk Antisipasi Krisis Pangan Global

      • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 7Komentar

      PADANG – Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menghadirkan Gelar Teknologi bidang pertanian. Pada pagelaran tersebut Polbangtan Gowa menghadirkan teknologi smart farming yang berbiaya rendah. Teknologi smart farming tersebut merupakan sebuah konsep pertanian yang memanfaatkan teknologi digital dan informasi yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan […]

    • Benda Organik di Rumah yang Tidak Bisa Dibuat Pupuk Kompos

      Cara Praktis Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Sisa Makanan di Rumah

      • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Cara membuat pupuk kompos dari sisa makanan, ini langkahnya. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat produksi sampah yang cukup tinggi. Menurut laporan Bank Dunia pada tahun 2020, Indonesia memproduksi sekitar 65,2 juta ton sampah. Meskipun terjadi penurunan jumlah sampah pada tahun-tahun berikutnya, upaya untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah tetap menjadi prioritas dalam […]

    • Jokowi Minta Tiket Pesawat Turun, Menhub Minta Pemda Bantu

      Jokowi Minta Tiket Pesawat Turun, Menhub Minta Pemda Bantu

      • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      JAKARTA- Presiden Joko Widodo meminta langsung kepada dua menterinya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menurunkan harga tiket pesawat. Jokowi meminta itu lantaran harga tiket pesawat yang meroket dikhawatirkan akan menaikan tingkat inflasi. Jokowi meminta Budi Karya segera menyelesaikan masalah yang membuat harga tiket pesawat mahal, sehingga harga tiket bisa […]

    • Benang Sutra

      IPB Ciptakan Terobosan: Enam Galur Ulat Sutra Sintetik untuk Mandiri Produksi Benang Sutra Indonesia

      • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Indonesia masih sangat bergantung pada impor benang sutra, dengan sekitar 95 persen kebutuhan nasional dipenuhi dari luar negeri. Padahal, kebutuhan benang sutra alam setiap tahun mencapai 2.000 ton untuk benang mentah dan 2.500 ton untuk benang pintal. Sementara itu, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 500 ton per tahun. Untuk menjawab tantangan […]

    • Asam Amino Untuk Tanaman

      Asam Amino Untuk Tanaman, Inilah Manfaatnya

      • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Asam amino untuk tanaman ini ternyata banyak sekali manfaatnya. Asam amino atau amonia acid ini merupakan sebuah protein yang sudah dapat dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil sebagai bahan dasar untuk proses biosintesis. Umumnya, terdapat lebih dari 20 jenis asam amino yang ada dalam proses biosintesis. Tak hanya manusia, ternyata tanaman juga membutuhkan amonia […]

    • Polbangtan Kementan Siapkan Alumni Jadi Tenaga Profesional di Jepang

      Polbangtan Kementan Siapkan Alumni Jadi Tenaga Profesional di Jepang

      • calendar_month Senin, 4 Des 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      GOWA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mengirimkan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk mengikuti program Specified Skilled Worker (SSW). Hal ini dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia pertanian unggul dan mampu berdaya saing di tingkat global. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi berharap peserta SSW […]

    expand_less