Apa Itu Smart Farming? Cek Faktanya Di Sini

Smart farming adalah konsep manajemen pertanian yang menggunakan teknologi modern. Teknologi ini dapat untuk meningkatkan kuantitas hingga kualitas produk pertanian.

Smart farming ini berbasis teknologi yang dapat membantu petani untuk meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas melalui teknologi pemindaian tanah, manajemen data, akses GPS hingga teknologi Internet of Things.

Smart farming ini perlu dikembangkan di Indonesia untuk dapat meningatkan effisiensi sumberdaya alam, air dan kelestaran lingkungan, meningkatkan effisiensi suberdaya manusia dengan memanfaatkan mesin pertanian hingga teknologi serta untuk menarik minat generasi muda terjun di bidang pertanian.

Smart farming atau pertanian cerdas ini diterapkan berdasarkan pada prinsip-prinsip terintegrasi antara sistem informasi manajemen, teknologi presisi, dan cyber physical system.

Pertanian cerdas ini adalah kegiatan pertanian yang memanfaatkan penggunaan platform yang dikonektivitaskan dengan perangkat teknologi seperti tablet dan handphone dalam pengumpulkan informasi.

Contohnya seperti status hara tanah, kelembaban udara, kondisi cuaca dan lainnya yang diperoleh dari lapang dan dari perangkat yang ditanamkan pada lahan pertanian.

Dalam prakteknya dilapangan, metode ini meng-upgrading sebuah alat pertanian dengan menggunakan teknologi berdasarkan kebutuhan, seperti penambahan sensor, GPS, wifi dan lain sebagainya. Salah satu contoh alat pertanian yang diciptakan pada metode ini adalah Sprayer Drone.

Dalam pelaksanaannya, metode smart farming ini melibatkan 6 teknologi yaitu:

  1. Teknologi penginderaan, teknologi sensor cerdas yang digunakan untuk mengetahui kandungan tanah yang sesungguhnya mulai dari kelembaban, kandungan air serta manajemen suhu.
  2. Sifware application, aplikasi ini digunakan untuk dapat mempermudah mengelola, mengolah data dan informasi yang dihasilkan dari alat sensor cerdas.
  3. Teknologi komunikasi, perangkat telekomunikasi seluler yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi terkait kondisi lahan pertanian hingga sebagai pengingat aktivitas pertanian.
  4. Teknologi GPS, perangkat GPS yang dapat digunakan untuk pemetaan lahan.
  5. Hardware, perangkat keras yang dapat membantu pekerjaan secara otomatis dan terukur, seperti robot atau drone.
  6. Data analysis, semua data on farm yang akan dianalisa secara menyeluruh oleh system aplikasi dan digunakan acuan untuk pengambilan keputusan dan prediksi pertanian kedepan.

Komentar