Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Tani Modern » BPP Kostratani Ayah Siapkan Petani Jadi Agen Climate Smart Agriculture

BPP Kostratani Ayah Siapkan Petani Jadi Agen Climate Smart Agriculture

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebumen – Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) adalah salah satu upaya yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menggenjot produktivitas dalam menghadapi perubahan iklim menuju pertanian yang ramah lingkungan. Climate Smart Agriculture (CSA) adalah paket teknologi ramah lingkungan yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui program Strategic Irrigation Modernization Urgent Project (SIMURP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, jika tujuan dari pembangunan pertanian diantaranya adalah peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, meningkatkan intensitas pertanaman, serta berbudidaya yang ramah lingkungan dengan tujuan akhir mensejahterakan masyarakat.

Perubahan iklim dan cuaca ekstrem akan berdampak tidak linier, tidak bisa diprediksi dan tidak berkelanjutan, ujar Mentan SYL.

Selain itu, Kementan akan selalu memaksimalkan program pembangunan pertanian. Salah satunya dengan melakukan transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL, mengungkapkan bahwa “Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran BPP dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional”, ujar SYL.

Sejalan akan hal tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Ayah di Kabupaten Kebumen, menyelenggarakan Training of Farmer (ToF) Teknologi Berbasis CSA belum lama ini.

Koordinator BPP Kecamatan Ayah, Sugeng Haryadi berharap para peserta TOF dapat mengaplikasikan dan mentransfer ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti ToF ini kepada petani di kelompoknya.

Sugeng mengatakan bahwa tujuan dari CSA ini adalah mempersiapkan peserta TOF sebagai agen CSA dan meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) tentang pertanian cerdas iklim.

“Seperti yang dilakukan di Kebumen. Kami harap 24 kelompok tani yang mengikuti TOT CSA bisa meningkatkan kompetensinya,” ujar Sugeng, Kamis (9/6).

“Kami yakin dengan begitu pertanian di Kebumen bisa semakin maju dan berkembang,” kata dia.
Adapun materi yang disampaikan antara lain Kebijakan Kementan dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan, peran poktan dalam tata kelola irigasi yang bersinergi dengan P3A konsep dasar dan penerapan CSA dalam High Value Crop (HVC).

Ada juga materi seputar penetapan waktu tanam berdasarkan kalender tanam, pembuatan dan penggunaan pupuk organic serta MOL, penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah untuk menentukan pupuk dasar N,P,K, penggunaan varietas unggul adaptif padi cekaman iklim.

“ToT CSA juga melatih peran petani dalam kelembagaan petani dalam mendukung penerapan teknologi CSA. Termasuk mengenai penggunaan bibit muda dan tanam jajar legowo, pemahaman emisi gas rumah kaca, teknologi irigasi Intermitten dan Alternate Wetting and Drying (AWD) di lahan, hingga penerapan pengendalian OPT ramah lingkungan,” beber Sugeng

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa akibat dari perubahan iklim ekstrem, terjadi serangan hama penyakit tanaman di mana-mana dan sehingga menyebabkan sistem produksi di sentra pangan dunia terganggu.

Maka dari itu, penting bagi para petani untuk menerapkan smart farming agar dapat menggenjot produksi pertanian. “CSA dapat menyelamatkan produksi pertanian kita,” tegas Dedi.

Adapun CSA merupakan pendekatan yang mentrasformasikan dan mengorientasikan ulang sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan. Terobosan ini sesuai permintaan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, agar pertanian melaksanakan inovasi.

Dengan adanya dampak perubahan iklim yang saat ini semakin ekstrem, seperti cuaca yang tidak menentu akibat kekeringan, hujan dengan curah tinggi serta terus menerus yang mengakibatkan banjir, ledakan hama dan penyakit bisa menyebabkan gagal panen.

“Krisis iklim juga menyebabkan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang semakin tidak menentu dapat mempengaruhi kegiatan budidaya tanaman serta produktivitas pertanian turun, sehingga menyebabkan penurunan produktivitas, produksi dan mutu hasil pertanian,” kata Dedi.

Dedi menambahkan kalau perubahan iklim menyebabkan es di kutub utara dan selatan mencair, sehingga permukaan air laut meningkat. Alhasil air dari laut masuk ke daratan, padahal lahan pertanian ada lebih dari 70 persen berada di pesisir.

“Bisa kita bayangkan jika lahan pertanian bercampur, dengan air laut semua tanaman akan mati dan ini mengganggu sistem produksi kita,” tuturnya.

Akibat perubahan iklim ekstrem, terjadi serangan hama penyakit tanaman di mana-mana dan sehingga menyebabkan sistem produksi di sentra pangan dunia terganggu.

“Akhirnya negara-negara produsen melakukan retriksi sehingga negara-negara produsen tidak melakukan ekspor, khawatir Covid-19 tidak berhenti sehingga menyebabkan ketersediaan pangan di pasar nasional menurun,” ucap Dedi.

Dalam situasi seperti tersebut, solusinya kurangi ketergantungan impor dengan genjot produksi dan produktivitas pangan, serta diservifikasi pangan lokal. Ganti ketergantungan komoditas pangan impor dengan komoditas pangan lokal. Ini menjadi tugas dan peran penyuluh pertanian untuk menyampaikannya kepada masyarakat.

“Gunakan smart farming agar dapat menggenjot produksi pertanian kita dan Climate Smart Agriculture (CSA) dapat menyelamatkan produksi pertanian kita,” pungkasnya. (SH/NF)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikutin Cara Berikut, Cara Membuat Pakan Peternakan Ayam dari Ampas Tahu

    Ikutin Cara Berikut, Cara Membuat Pakan Peternakan Ayam dari Ampas Tahu

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Ampas tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu yang masih memiliki nilai gizi tinggi, yang dapat dibuat pakan peternakan ayam. Ampas tahu dapat diolah menjadi pakan ternak ayam yang murah dan bergizi. Karena pakan ternak ayam yang cukup tinggi, pakan dari ampas tahu ini bisa menjadi solusi. Berikut cara membuat pakan ternak ayam dari ampas […]

  • Brigade Pangan Sulbar Naik Kelas, Kementan Bekali SDM dengan Teknologi Pertanian Terkini

    Brigade Pangan Sulbar Naik Kelas, Kementan Bekali SDM dengan Teknologi Pertanian Terkini

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Mamuju – Keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana produksi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang mampu menguasai inovasi dan teknologi modern. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas Brigade Pangan sebagai penggerak modernisasi pertanian dan ujung tombak peningkatan produktivitas di daerah. Komitmen tersebut […]

  • Lakukan Cara ini, Dijamin Tanaman Hias Tumbuh Subur

    Lakukan Cara ini, Dijamin Tanaman Hias Tumbuh Subur

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    Agar tanaman hias tumbuh serta dapat memberikan hasil yang diharapkan maka dibutuhkan pengetahuan dasar tentang cara budidaya tanaman hias yang baik dan benar. Tanama hias adalah semua jenis tanaman yang sengaja ditanam untuk tujuan dekoratif atau sebagai hiasan. Tumbuhan tersebut dapat dilestarikan ditaman sebagai pelengkap desain, bisa ditanam pada media tertentu atau pot yang kemudian […]

  • Cara Menanam Tomat untuk Pemula

    Mudah Banget! Inilah Cara Menanam Tomat di Pot atau Polybag

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 5Komentar

    Cara menanam tomat di pot atau polybag dengan mudah dan cocok untuk pemula. Tomat ini adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi. Tomat bisa diolah dan dikonsumsi dengan berbagai cara, seperti menjadikannya sebagai jus, lalapan atau juga bisa sebagai menu makanan utama seperti salad. Tomat ini sangat mudah didapatkan, bahkan tanaman tomat ini juga […]

  • Hibah kompetitif

    Tingkatkan Skala Usaha, Kementan Pacu Regenerasi Petani di Sulawesi Selatan

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan)  kian serius memfasilitasi generasi muda Indonesia untuk terjun ke dunia pertanian. Untuk melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) meluncurkan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Hal tersebut sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk terus memfasilitasi pemuda dalam […]

  • Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

    Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Sidoarjo – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi hingga mahasiswa. Hal ini mencuat setelah kunjungan langsung ke gudang Perum Bulog Sidoarjo bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang memperlihatkan kondisi stok beras nasional yang melimpah serta aktivitas penyerapan gabah petani yang berjalan masif. Ketua Pusat Studi […]

expand_less