Contoh Tanaman C4 dan Ciri-Cirinya

Contoh tanaman C4 adalah jagung, rumput, bayam, tebu, sorgum atau gandum hitam. Contoh tanaman yang memiliki jaringan kurang padat daripada yang berasal dari daerah beriklim sedang, seperti maple atau camelia.

Tanaman C4 merupakan tanaman yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan panas dan kering.

Fotosintesis pada tumbuhan C4 ini akan memberikan hasil awal yaitu berupa senyawa organik dengan 4-atom C, yakni AOA (Asam Oksaloasetat) yang berfungsi untuk mengikat CO2.

Tanaman C4 ini mempunyai anatomi daun yang unik yang dikenal dengan anatomi Kranz, yaitu ikatan pembuluhnya yang dikelilingi sel-sel seludang parenkim dan memisahkannya dengan sel-sel mesofil.

Terdapat pembagian kerja antara sel-sel mesofil dan sel-sel seludang parenkim pada C4, yaitu terjadi pembentukan asam malat dan aspartat dari CO2 di sel-sel mesofil dan terjadi daur Calvin   di  sel-sel seludang parenkim.

Contoh Tanaman yang termasuk dalam golongan C4 ini adalah beberapa spesies Gramineae di daerah tropis termasuk jagung, tebu maupun sorghum.

C4 ini dapat menjadi tanaman pionir yang adaptif pada lahan pasiran untuk pertanian, perkebunan atau penghutanan kembali, karena C4 ini dapat hidup dengan baik walaupun tanpa naungan.

Tumbuhan C4 ini dapat melakukan proses fotosintesis secara umum dengan dua tahapan, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

Sehingga, pada proses reaksi terang energi cahaya ini dikonversikan menjadi energi kimia dan hasil akhirnya oksigen.

Sementara, pada reaksi gelap ini dimana terjadi reaksi siklik sehingga terbentuk gula dengan bahan dasar CO2 dan energi.

  • Tanaman C4 ini mempunyai 2 tipe sel fotosintesis, yaitu mesofil dan bundle-sheath, CO2 hasil dari siklus Calvin di bundle sheath ini akan ditangkap kembali dan dipergunakan di mesofil.
  • Terdapat pemisah antara reduksi NO2 + NO3 serta reduksi O2.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari tanaman C4, yaitu:

  • Mempunyai kloroplas dalam seludang pembuluh.
  • CO2 difiksasi PEP dan membentuk asam berantai.
  • Memiliki Rubisco (<<C3) yang kurang lebih 10%.
  • Dapat mampu beradapasi di tempat yang panas kering dan lembab.
  • Memiliki laju fotosintesis tinggi.
  • Tidak ada fotorespirasi yang terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *