Penyakit ini dapat mengurangi kualitas dan kuantitas kayu sengon yang dihasilkan.

Dampak El Nino terhadap tanaman sengon juga berpengaruh terhadap industri pabrik kayu dan ekonomi petani.

Industri pabrik kayu yang mengandalkan bahan baku kayu sengon akan mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar.

Hal ini dapat menurunkan omzet dan keuntungan industri pabrik kayu.

Sementara itu, petani yang menanam tanaman sengon akan mengalami kerugian karena hasil panen yang menurun dan harga jual yang rendah.

Hal ini dapat menurunkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Untuk mengatasi dampak El Nino terhadap tanaman sengon, petani perlu melakukan beberapa langkah, seperti:

Melakukan konservasi air dengan membuat sumur, embung, atau saluran irigasi yang dapat menyimpan dan mendistribusikan air secara efisien.

Melakukan pemeliharaan tanaman sengon dengan membersihkan gulma, memangkas ranting, dan memberikan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan ketahanan tanaman.

Melakukan diversifikasi tanaman dengan menanam tanaman lain yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti tebu, singkong, atau jagung, yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi petani.