Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peternakan » Panel Surya Ramah Lingkungan, Tapi Bisa Ganggu Satwa: Ini Solusi Para Ilmuwan

Panel Surya Ramah Lingkungan, Tapi Bisa Ganggu Satwa: Ini Solusi Para Ilmuwan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Peningkatan pembangunan ladang surya secara global dipandang penting dalam menghadapi krisis iklim. Namun, peneliti dari Murdoch University, Australia, mengingatkan bahwa ekspansi proyek energi surya harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem dan satwa liar.

Dalam sebuah studi yang dimuat di jurnal Renewable and Sustainable Energy Reviews, ahli ekologi satwa liar Profesor Trish Fleming menekankan bahwa fasilitas energi surya berskala besar, meskipun mengurangi emisi karbon, dapat membawa konsekuensi ekologis yang serius jika tidak dirancang secara bijak.

“Panel surya memang ramah lingkungan dalam konteks emisi, tapi kita tidak boleh menutup mata terhadap efeknya terhadap keanekaragaman hayati,” ujar Fleming, dikutip dari Phys, Kamis (17/7/2025).

Risiko Gangguan Habitat dan Navigasi Satwa

Studi tersebut menyebutkan bahwa pada 2023, panel surya telah mencakup lebih dari 37.000 kilometer persegi lahan di seluruh dunia. Dengan laju pertumbuhan kapasitas energi surya yang terus meningkat, kebutuhan lahan pun bertambah. Rata-rata, pembangunan satu megawatt energi surya membutuhkan pembersihan lahan seluas 2 hingga 6 hektare, yang dapat memicu degradasi habitat alami.

Salah satu temuan penting dari riset ini adalah bahwa permukaan panel surya yang memantulkan cahaya bisa membingungkan burung migran karena menyerupai kilauan air. Efek visual ini, dikenal sebagai polusi cahaya terpolarisasi, juga menarik serangga secara tidak sengaja, yang kemudian mengubah pola makan predator seperti burung dan kelelawar. “Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan ekosistem lokal,” tambah Fleming.

Pemasangan pagar pengaman di sekitar ladang surya juga disorot karena dapat menghalangi pergerakan satwa, termasuk spesies yang bermigrasi, dan dalam beberapa kasus, bahkan menyebabkan kematian karena terperangkap.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Merawat Tanaman Hias di Musim Panas

    5 Rahasia Sukses Merawat Tanaman Hias di Musim Panas, Bisa Bikin Tetangga Iri!

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Musim panas dapat menjadi waktu yang menantang untuk merawat tanaman hias, terutama karena suhu yang tinggi dan kekeringan yang mungkin terjadi. Tetapi dengan beberapa tips perawatan yang tepat, kamu dapat membantu tanaman hias kamu tetap sehat dan segar sepanjang musim panas. Berikut adalah beberapa tips merawat tanaman hias saat musim panas: Memberi air dengan tepat […]

  • Nagekeo

    Kementan Kembangkan Pengetahuan dan Kemampuan KWT Nagekeo Melalui Program CSA

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    Nusa Tenggara Timur – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pembinaan dan pendampingan pada Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Hal ini dilakukan guna menggenjot produktivitas dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan bahwa untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern […]

  • Tanaman padi

    Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi untuk

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tanaman padi adalah komoditas utama dalam pertanian Indonesia. Namun, ancaman hama dan penyakit sering kali menjadi tantangan besar bagi para petani, mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan. Berikut beberapa hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman padi, serta cara mengatasinya. 1. Wereng Batang Coklat Wereng batang coklat menyerang batang tanaman padi, menghisap cairannya, […]

  • Milenial

    Mentan SYL Dorong Petani Milenial Indonesia Timur Bangun Konsepsi dan Networking

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    MAKASSAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong ribuan petani milenial di wilayah Indonesia Timur yang meliputi Pulau Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua untuk menyiapkan konsepsi pertanian modern melalui aplikasi digital sistem yang terkoneksi langsung dengan berbagai networking. SYL mengatakan, langkah ini penting dilakukan agar Indonesia mampu terhindar dari ancaman krisis pangan […]

  • Ngepod

    Kementan Gelar Ngepod: Hadirkan Dede Sopyandi dan Yayan Royan Penyuluh Pertanian Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 7Komentar

    Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui tiga pilar utama andalannya, yaitu penyuluhan, pendidikan dan pelatihan. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menekankan sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian di Indonesia. “Kementan melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan […]

  • Tanaman Penyerap Air untuk Mencegah Banjir.

    5 Rekomendasi Tanaman dengan Penyerapan Air Lebih Banyak, Bisa Bantu Cegah Banjir

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Tanaman penyerap air yang cocok ditanam saat musim hujan dalam mencegah banjir. Musim hujan sering kali menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, kita dapat meminimalisir risiko banjir dengan menanam tanaman-tanaman tertentu di sekitar rumah. Beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyerap air, sehingga dapat membantu mencegah genangan air yang berpotensi […]

expand_less