Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Harga Pangan Meledak! Ilmuwan Peringatkan Dampak Nyata Perubahan Iklim

Harga Pangan Meledak! Ilmuwan Peringatkan Dampak Nyata Perubahan Iklim

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com Krisis iklim bukan hanya soal naiknya permukaan laut atau suhu ekstrem sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa dampaknya kini merambah ke meja makan dunia. Hasil penelitian kolaboratif antara Barcelona Supercomputing Center dan Bank Sentral Eropa menyimpulkan bahwa cuaca ekstrem yang makin sering terjadi telah menekan hasil pertanian, menyebabkan lonjakan harga bahan pangan dan memperburuk tekanan inflasi global.

Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa kejadian cuaca yang dahulu tergolong langka kini mulai menjadi hal biasa, mendorong sistem pertanian dan perekonomian ke batas kemampuannya.

Cuaca Ekstrem Tak Lagi Peristiwa Langka

Dalam periode 2022 hingga 2024, para peneliti mengamati setidaknya 16 kejadian iklim ekstrem yang sebagian besar belum pernah tercatat sebelum tahun 2020. Mulai dari gelombang panas, kekeringan berkepanjangan, hingga curah hujan tinggi yang tidak terduga, semua peristiwa tersebut berdampak langsung pada produksi pangan global.

“Peristiwa-peristiwa ini bukan sekadar anomali sesaat, tapi sinyal bahwa iklim sedang berubah secara sistemik,” ujar peneliti dalam laporan yang dikutip dari Know ESG, Senin (21/7/2025).

Dampak Global: Dari Eropa Hingga Asia Timur

Efek kerusakan akibat cuaca ekstrem tercermin dari berbagai penjuru dunia. Di Eropa, suhu yang memecahkan rekor menyebabkan gangguan serius pada hasil panen. Hal serupa terjadi di California, Amerika Serikat, di mana kekeringan selama tiga tahun membuat jutaan hektar lahan pertanian tidak bisa ditanami, dengan kerugian ekonomi mencapai USD 2 miliar dan kenaikan harga sayuran hingga 80 persen.

Di Arizona, krisis air yang bersumber dari Sungai Colorado turut memperburuk kondisi pertanian. Sementara Badai Ian di Florida menjadi pukulan lain yang membuat sistem distribusi pangan semakin tertekan.

Asia Timur pun tak luput. Gelombang panas di China mendorong harga sayuran naik hingga 40 persen, sedangkan di Korea Selatan, kenaikan harga kubis hampir 70 persen mengganggu produksi makanan tradisional seperti kimchi.

Kondisi serupa juga melanda Australia, di mana banjir hebat pada awal 2022 menyebabkan harga selada melonjak tiga kali lipat. Bahkan, beberapa restoran cepat saji seperti KFC terpaksa mengganti bahan utama salad mereka demi bisa tetap beroperasi.

Apakah Inflasi Pangan Ini Akan Bertahan Lama?

Penelitian ini juga mengevaluasi kemungkinan apakah tekanan harga yang dipicu oleh iklim akan menjadi masalah jangka panjang. Untuk sebagian besar produk pangan, kenaikan harga dinilai bersifat sementara. Ketika harga naik, produksi biasanya ikut meningkat karena petani terdorong menanam lebih banyak, yang pada akhirnya menurunkan harga kembali.

Namun, situasinya tidak sesederhana itu untuk komoditas tertentu. Produk seperti daging sapi dan kopi, misalnya, membutuhkan sumber daya besar dan lahan luas yang sulit tersedia dalam kondisi iklim yang terus berubah. Oleh karena itu, harga-harga tersebut kemungkinan akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Tantangan Baru untuk Pemerintah dan Lembaga Moneter

Dengan meningkatnya frekuensi bencana iklim, studi ini memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat krisis iklim dapat menjadi beban permanen bagi perekonomian global. Pemerintah, bank sentral, dan lembaga keuangan internasional perlu menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapinya.

Peneliti merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan, termasuk:

  • Pengurangan emisi karbon untuk menekan percepatan perubahan iklim.

  • Peningkatan akurasi prediksi cuaca demi mitigasi risiko lebih awal.

  • Penerapan kebijakan perlindungan konsumen, terutama terhadap lonjakan harga pangan.

Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pangan global semakin rentan terhadap gangguan iklim. Tanpa upaya mitigasi yang serius dan kebijakan adaptasi yang tepat, bukan tidak mungkin bahwa harga bahan makanan akan terus naik, menambah tekanan terhadap masyarakat global terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap gejolak harga.

  • Penulis: redaksi

Komentar (3)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma agar Subur dan Rajin Berbunga

      Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma agar Subur dan Rajin Berbunga

      • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Bunga wijaya kusuma dikenal sebagai tanaman malam yang menghasilkan bunga besar, harum, dan memukau. Mekarnya yang singkat membuat tanaman ini kerap dianggap istimewa. Namun, wijaya kusuma tidak selalu mudah berbunga jika tidak mendapatkan kondisi lingkungan yang tepat. Agar tanaman tumbuh subur dan rajin menghasilkan kuncup, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan, mulai […]

    • CSA

      Kementan Melalui Teknologi CSA Berhasil Tingkatkan Produksi Pertanian Di Tengah Ancaman El Nino

      • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produktivitas pertanian walaupun sedang menghadapi fenomena El Nino. Peran Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui teknologi CSA untuk antisipasi dan mitigasi El Nino diantaranya adalah melalui pemupukan berimbang, memasifkan penggunaan pupuk organik selain kegiatan […]

    • Bunga Anggrek Bulan

      Mengenal Keindahan dan Tips Merawat Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis): Rahasia Kesuksesan Tanaman Hias yang Memikat

      • calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu jenis anggrek yang indah dan populer di kalangan para pecinta tanaman hias. Anggrek ini berasal dari daerah tropis, terutama ditemukan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Anggrek bulan dikenal karena kecantikan dan bentuknya yang menyerupai kupu-kupu. Anggrek bulan adalah anggrek epifit, yang berarti mereka […]

    • ToF CSA Kementan Meningkatkan Pengetahuan Petani NTT Hadapi Perubahan Iklim

      ToF CSA Kementan Meningkatkan Pengetahuan Petani NTT Hadapi Perubahan Iklim

      • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      Nusa Tenggara Timur – Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) adalah salah satu upaya yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menggenjot produktivitas dalam menghadapi perubahan iklim menuju pertanian yang ramah lingkungan. Climate Smart Agriculture (CSA) adalah paket teknologi ramah lingkungan yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui program […]

    • Budidaya Ikan Koki: Panduan Lengkap untuk Pemula

      Budidaya Ikan Koki: Panduan Lengkap untuk Pemula

      • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Ikan koki, atau sering disebut ikan mas koki, adalah salah satu jenis ikan hias yang paling populer di dunia. Bentuknya yang unik, warna-warnanya yang cerah, dan sifatnya yang jinak menjadikan ikan koki pilihan favorit bagi para pecinta ikan hias. Budidaya ikan koki tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri bagi […]

    • Tanaman Hias Tahan Lama

      Hijau Abadi: 4 Tanaman Hias Tahan Lama untuk Mempercantik Interior Rumah

      • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Menanam tanaman hias di dalam rumah tidak hanya mempercantik tampilan interior, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan seperti meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih tenang. Namun, tidak semua tanaman hias memiliki umur panjang meski sudah dirawat dengan baik. Jika kamu mencari tanaman indoor yang awet dan bisa bertahan puluhan tahun, melansir Martha […]

    expand_less