Melalui Agenda MSPP, Kementan SYL Dorong Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani Indonesia
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pembangunan pertanian di Indonesia saat ini turut berdasarkan pada sistem agribisnis. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan peranan kelembagaan petani. Karena, sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.
Kelembagaan petani akan memudahkan pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam memfasilitasi dan memberikan penguatan pada petani.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menganalogikan pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern mengikuti pola Piramida Terbalik. Petani dan penyuluh di posisi teratas, BUMN dan pihak swasta di tengah dan terbawah adalah pemerintah, yang menggambarkan kontribusi dan porsinya paling sedikit.
“Bukan lagi jamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri, harus berjama’ah diawali dari kelompok-kelompok tani untuk membentuk korporasi petani. Saham korporasi dari petani,” ujar Mentan.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, sesungguhnya usahatani itu menguntungkan. Apabila tidak menguntungkan berarti ada yang salah pada saat pengolahan, on farm dan pemasaran hasil pertanian.
- Penulis: redaksi


Comment