Mahasiswa Polbangtan Kementan Asah Kompetensi Budidaya Padi Melalui Teaching Factory
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa Polbangtan Kementan Asah Kompetensi Budidaya Padi. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui praktik lapangan mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman Pangan Berkelanjutan yang dilaksanakan di lahan Teaching Factory (TEFA), dengan melibatkan dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta mahasiswa program studi pertanian.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan teknis budidaya tanaman pangan, khususnya padi, sekaligus memperoleh pengalaman nyata yang dibutuhkan sebelum terjun ke dunia kerja dan masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, generasi muda merupakan ujung tombak pembangunan pertanian nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong regenerasi petani melalui penguatan kapasitas dan kompetensi generasi muda.
Menurut Mentan Amran, pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menghadirkan inovasi di sektor pertanian.

Mahasiswa Polbangtan Kementan Asah Kompetensi Budidaya Padi. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda secara berkelanjutan agar mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.
“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pertanian modern. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga jiwa kewirausahaan, penguasaan teknologi, serta jejaring agribisnis yang kuat.
Dalam praktik lapangan ini, mahasiswa mempelajari secara langsung berbagai tahapan budidaya padi, mulai dari pengolahan lahan, penaburan benih, hingga penerapan beberapa metode tanam, seperti tanam pindah, sistem tegel, jajar legowo 2:1, jajar legowo 4:1, dan metode Arkansas.
Plt. Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan vokasi yang mengintegrasikan teori dan praktik secara seimbang.
“Lahan TEFA menjadi sarana pembelajaran yang strategis untuk membentuk kompetensi, kedisiplinan, kerja sama, serta jiwa profesional mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian,” ungkap Sartika Senin (1/6/2026).
Ia berharap pengalaman praktik tersebut dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mendukung pembangunan pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
Dosen pengampu mata kuliah, Ramli, menambahkan bahwa praktik lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena memberikan pengalaman nyata mengenai kondisi budidaya tanaman dan tantangan yang dihadapi petani.
“Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah mahasiswa benar-benar mampu melaksanakan berbagai teknik budidaya padi di lapangan, baik melalui sistem tanam pindah maupun tanam benih langsung (tabela),” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap mendukung pembangunan pertanian modern menuju swasembada pangan berkelanjutan.
- Penulis: redaksi
- Editor: admin
- Sumber: Humas Polbangtan Gowa





Saat ini belum ada komentar