Karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca yang secara signifikan dilepaskan ke atmosfer melalui aktivitas manusia, terutama sejak dimulainya revolusi industri. Kenaikan kadar karbon dioksida di atmosfer secara bertahap menyebabkan peningkatan suhu global.
Jika kadar karbon dioksida terus meningkat, maka dampak pemanasan global akan semakin parah. Menurut laporan National Geographic, dalam beberapa dekade mendatang, suhu rata-rata global diperkirakan akan meningkat antara empat hingga enam derajat Celsius, dan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer akan meningkat dua kali lipat pada akhir dekade ini.
Tumbuhan berperan sebagai penyerap karbon dioksida yang sangat efektif dalam mengurangi jumlah gas rumah kaca. Menurut laporan Climate Change 2013 dari Intergovernmental Panel on Climate Change, tumbuhan mampu menyerap sekitar 30 persen dari total emisi karbon dioksida.
Tidak hanya itu, proses fotosintesis tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk mengubah iklim yang panas menjadi lebih dingin. NASA Earth Observatory melaporkan bahwa saat tumbuhan menghadapi suhu yang tinggi, mereka akan menguapkan lebih banyak air ke lingkungan sekitar, sehingga suhu sekitarnya menjadi lebih rendah.
- Biologi
- Bioteknologi
- budidaya tanaman
- Ekonomi
- fotosintesis
- Genta Organik
- Indonesia
- Kementan
- KRISIS PANGAN
- materi IPA
- materi sekolah
- Organik
- pemanasan global
- Penyuluh
- PERTANIAN
- Pertanian Organik
- Perubahan Iklim
- Petani Milenial
- Petani Muda
- Produktivitas Pertanian
- Pupuk
- Pupuk Kimia
- Pupuk Kompos
- Pupuk Organik
- Rumah Kaca
- stomata
- SYL
- Tanaman
- Teknologi Pertanian
- TOT Pertanian
- Tumbuhan
2 Komentar