Buah Persik adalah buah yang sering dikaitkan dengan negara di Asia Timur seperti Cina, Korea, dan Jepang.

Bahkan buah persik juga dikenal dengan sebutan Momo, yaitu sebutannya di Jepang.

Meski begitu, buah persik ternyata dapat ditanam di Indonesia.

Tertarik untuk mencoba menanamnya? Berikut tips dari kami.

Ternyata Buah Persik dapat Ditanam di Indonesia, Tertarik Mencoba?

Buah ini memiliki daging berwarna kuning dengan satu biji keras di tengahnya, serta memiliki aroma yang harum.

Dalam bahasa Inggris, buah ini juga dikenal sebagai “Peach”.

Manfaat Buah Persik

Melansir dari laman Flora dan Fauna, adapun beragam manfaatnya seperti:

  • Menurunkan berat badan karena rendah kalori dan tanpa lemak
  • Melawan penyakit yang terkait dengan obesitas seperti penyakit kardiovaskular
  • Merawat kesehatan dan kelembaban kulit, dan manfaat lainnya.

Cara Budidaya dan Penanaman Buah Persik (Prunus persica)

Karena manfaatnya tersebut, budidaya buah ini menjadi umum dilakukan.

Meskipun di Indonesia budidayanya belum banyak karena tidak bisa melalui cangkok atau stek, namun buah persik tetap bisa ditanam dengan biji.

Meski optimal jika ditanam di tanah kering atau dataran rendah, Namun buah ini juga dapat ditanam di dataran tinggi dengan syarat perawatan yang rutin dan paparan sinar matahari yang memadai.

Saat menanamnya, hindari tempat yang terlalu rendah dan terdapat genangan air, karena dapat menghambat pertumbuhan pohon atau bahkan menyebabkan kebusukan tanaman.

Langkah-langkah:

  1. Pilih pohonnya yang berumur sekitar 1 tahun atau lebih saat akan ditanam. Penanaman sebaiknya dilakukan saat cuaca sedang hangat.
  2. Setelah 5 minggu masa tanam, beri pupuk dengan kandungan 2 pon pupuk nitrogen.
  3. Pada tahun kedua, berikan pupuk dengan tambahan 3/4 pupuk nitrogen pada musim semi dan awal masa panen.
  4. Saat memasuki masa panen, selama 2 hingga 3 bulan, hindari pembuahan pohon untuk memperkuat struktur pohon buah persik. Selain itu, lakukan pemangkasan rutin pada tunas-tunas pohon.
  5. Mulai tahun ketiga setelah penanaman, lakukan pemangkasan pada tunas-tunas yang berada di tengah pohon. Pastikan pemangkasan ini dilakukan setiap tahun untuk merangsang pertumbuhan buah.
  6. Jika jarak antara cabang-cabang sudah mencapai sekitar 5 hingga 10 inci dan bunga-bunga telah mekar setelah 5 hingga 8 minggu berikutnya, lakukan pembungkusan agar buah yang dihasilkan tumbuh optimal dan berukuran besar.

Langkah ini juga membantu meningkatkan ketahanan buah terhadap serangan hama dan penyakit.

Panen dilakukan ketika buah sudah matang dan berukuran besar.

Pastikan saat memanen Anda berhati-hati, karena buah ini mudah hancur.

Untuk menjaga kesegarannya, simpan buah dalam lemari es.

Buah persik yang dijadikan manisan dan dikalengkan dapat bertahan hingga 1 bulan.***