Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Kopi, Cokelat, dan Anggur Terancam Perubahan Iklim: Studi Ungkap Pendinginan Matahari Bukan Solusi

Kopi, Cokelat, dan Anggur Terancam Perubahan Iklim: Studi Ungkap Pendinginan Matahari Bukan Solusi

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Kopi pagi, cokelat manis, dan segelas anggur tiga komoditas mewah yang menjadi bagian dari kehidupan miliaran orang ternyata sedang berada di ambang krisis. Kenaikan suhu global dan perubahan pola hujan mulai menggerogoti ketahanan tanaman-tanaman yang menjadi tumpuan ekonomi jutaan petani dari Ghana hingga Prancis. Sebuah studi terbaru dalam Environmental Research Letters bahkan menyatakan: upaya mendinginkan Bumi lewat rekayasa iklim mungkin tidak cukup menyelamatkan komoditas tersebut.

Saat Rekayasa Iklim Tidak Menjawab Semua Masalah

Dikutip dari Earth.com, tim peneliti dari Colorado State University (CSU) menguji kemungkinan penggunaan Stratospheric Aerosol Injection (SAI) metode geoengineering yang menyebarkan partikel reflektif di atmosfer untuk menurunkan suhu Bumi. Mereka mensimulasikan kondisi iklim antara 2036—2045 di berbagai wilayah kunci penghasil kopi, kakao, dan anggur, termasuk Eropa Barat, Afrika Barat, dan Amerika Selatan bagian utara.

Namun hasilnya justru mengungkap tantangan baru.

Dari 18 wilayah yang dianalisis, hanya enam yang menunjukkan perbaikan. Artinya, pendinginan suhu saja tidak mampu mengatasi kerumitan perubahan iklim, terutama karena curah hujan dan kelembapan ikut berubah secara drastis.

“Mengurangi suhu dengan SAI saja tidak cukup,” tegas Dr. Ariel L. Morrison, pemimpin studi dari CSU. “Kakao, misalnya, meskipun tahan panas, sangat rentan terhadap hama dan penyakit akibat kombinasi antara suhu tinggi, curah hujan, dan kelembaban.”

Ancaman Jamur, Embun Beku, dan Krisis Air

Studi ini membedah tantangan nyata yang dihadapi tiga komoditas dunia:

1. Kakao: Tercekik Jamur di Tengah Minggu-Minggu Basah

Di sabuk kakao Afrika Barat, peningkatan curah hujan dapat memicu wabah jamur yang merusak polong kakao. Satu musim yang terlalu basah dapat mengubah ladang panen menjadi kerugian besar bagi petani.

2. Anggur: Diuntungkan Pendinginan, tapi Terjebak Risiko Embun Beku

Memang, suhu lebih rendah membantu mengurangi stres panas, namun tanaman anggur membutuhkan istirahat musim dingin yang stabil. Ketika suhu musim dingin terlalu hangat, tunas muncul lebih awal dan membuatnya sangat rentan terhadap embun beku yang dapat menghancurkan satu musim panen penuh.

3. Kopi: Satu Malam Dingin Saja Bisa Menghancurkan

Kopi menunjukkan respons yang tidak konsisten. Di satu sisi, kekeringan berkepanjangan merusak pembungaan; di sisi lain, satu malam dingin saja dapat membuat buah kopi gagal berkembang. Di Brasil bagian timur, keandalan air dalam simulasi iklim bahkan berubah-ubah: kadang membaik, kadang menghilang.

Volatilitas ini membuat petani kesulitan merencanakan investasi jangka panjang.

Ketidakpastian Iklim Jadi Penentu

Perubahan iklim semakin diperparah oleh Natural Climate Variability (NCV) fluktuasi alami cuaca dari tahun ke tahun. Hanya beberapa minggu hujan yang terlalu basah atau embun beku mendadak sudah cukup untuk meniadakan manfaat pendinginan yang diberikan oleh SAI.

“SAI dapat memberikan bantuan sementara dari kenaikan suhu di beberapa wilayah, tetapi itu bukan jaminan untuk menyelesaikan persoalan komoditas pertanian ini,” ujar Dr. Morrison.

Adaptasi Lokal dan Kerja Sama Global: Jalan Penyelamatan

Dalam kondisi yang serba tak pasti ini, kunci utama bukan hanya menurunkan suhu, melainkan membangun ketahanan.

Para peneliti menekankan perlunya:

  • Mengganti varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem

  • Penyesuaian teknik budidaya, seperti manajemen kanopi dan waktu panen

  • Peningkatan sistem drainase untuk menghindari genangan

  • Investasi pada naungan, irigasi, dan perlindungan angin

  • Kerja sama global untuk mendukung petani kecil yang paling rentan

Dr. Morrison menegaskan kembali bahwa upaya penyelamatan harus bersifat kolektif dan terukur.

“Strategi adaptasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, investasi dalam praktik pertanian yang tangguh, dan kerja sama global sangat penting untuk menyelamatkan tanaman ini dan komunitas yang bergantung padanya.”

Tantangan besar menanti. Jika tindakan tidak segera diambil, masa depan kopi, cokelat, dan anggur serta jutaan petani di baliknya mungkin menjadi salah satu korban paling pahit dari perubahan iklim.

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • MENJAGA LINGKUNGAN

      Menjaga Lingkungan Bagi Kelestarian Alam Sekitar

      • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      Menjaga kelestraian lingkungan alam merupakan kewajiban semua pihak. Menjaga lingkungan tidak hanya teori belaka yang dipelajari disekolah, namun harus kita jadikan sebagai pola hidup praktis. Tentunya menjaga lingkungan menjadi hal wajib yang harus dilakukan sejak dini sebagai makhluk hidup (manusia). Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup, terutama hewan dan tumbuhan yang harus kita jaga […]

    • Fakta unik ayam mutiara ini salah satunya adalah unggas yang memukau dengan keunikan dan perannya sebagai penjaga hewan ternak.

      Ayam Mutiara: Unik, Cantik, dan Berperan sebagai Penjaga Hewan Ternak

      • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Fakta unik ayam mutiara tak hanya jadi penjaga hewan ternak. Ayam mutiara, juga dikenal dengan sebutan guineafowl dalam bahasa Inggris, adalah jenis unggas yang cantik dan mempesona. Dengan bulu hitam berbintik-bintik putih seperti mutiara, mereka memiliki penampilan yang unik dan menarik. Selain kecantikannya, ayam mutiara juga menyimpan berbagai manfaat bagi manusia, terutama dalam peran mereka […]

    • Waspada Serangan Rayap di Jakarta, Ini Solusi Perlindungan Bangunan yang Tepat

      Waspada Serangan Rayap di Jakarta, Ini Solusi Perlindungan Bangunan yang Tepat

      • calendar_month Senin, 22 Des 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Jakarta merupakan wilayah dengan tingkat kelembapan yang relatif tinggi, terutama pada area permukiman padat, perkantoran, hingga bangunan komersial. Kondisi ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu daerah yang rentan terhadap serangan rayap. Banyak pemilik rumah maupun gedung tidak menyadari keberadaan rayap hingga kerusakan sudah terjadi dan menimbulkan kerugian besar. Rayap dikenal sebagai hama perusak […]

    • Badung Resmi Buka UMKM Week 2025 Batch II, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Pelaku Usaha

      Badung Resmi Buka UMKM Week 2025 Batch II, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Pelaku Usaha

      • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan kembali menyelenggarakan Badung UMKM Week 2025 Batch II, sebuah ajang promosi dan pengembangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 1 Desember 2025, di Fountain Stage, Beachwalk Mall Kuta, Bali, yang menjadi salah satu pusat kunjungan wisatawan […]

    • Tips Menanam Jamur Enoki di Rumah dengan Mudah

      Tips Menanam Jamur Enoki di Rumah dengan Mudah

      • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Jamur enoki merupakan jenis jamur yang populer dalam masakan Asia dan memiliki tekstur yang unik serta kaya akan gizi. Jika Anda tertarik untuk menanam jamur enoki di rumah, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda berhasil dalam budidaya jamur enoki: 1. Persiapan Media Tanam Pilihlah media tanam yang cocok untuk pertumbuhan jamur enoki seperti […]

    • Digital Agriculture, Apa itu? Simak Penjelasannya

      Digital Agriculture, Apa itu? Simak Penjelasannya

      • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Digital agriculture, atau pertanian digital, adalah penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian. Teknologi digital yang digunakan dalam pertanian digital meliputi: 1. Internet of Things (IoT) IoT memungkinkan petani untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti sensor, kamera, dan perangkat GPS. Data ini dapat digunakan untuk memantau kondisi tanaman dan hewan ternak, […]

    expand_less