Selain itu ada juga teknologi pengairan alternate wet and drying, teknologi jarak tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 20×12 dan 5×40 cm serta Pengendalian Hama Terpadu dengan menggunakan prinsip PHT. Yaitu, budidaya tanaman sehat, pengamatan, pemanfaatan musuh alami, pemupukan berimbang spesifik lokalita berdasarkan uji PUTS, Panen dan pasca panen menggunakan combine harvester untuk mengurangi kehilangan hasil, ujarnya.

 

Witono berharap, melalui FFD diharapkan dapat menggali potensi, masalah, dan hambatan yang ditemui oleh para petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani serta dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta perubahan sikap ke arah positif guna mengembangkan usaha taninya.

 

Diakhir acara Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memberikan penghargaan kepada kelompoktani dan Kelompok Wanita Tani terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan. (WY/NF)