Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Di tengah arus modernisasi gudang penyimpanan beras dan distribusi logistik pangan, masyarakat adat di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, tetap teguh menjaga tradisi leluhur: leuit. Bangunan sederhana dari kayu dan bambu ini bukan sekadar tempat menyimpan gabah, melainkan simbol kemakmuran, ketahanan, dan kearifan lokal yang telah teruji lintas generasi.

Bagi warga Desa Urug, leuit adalah penyangga utama ketahanan pangan keluarga. Bangunan bertiang kayu setinggi sekitar 3,5 meter, dengan panjang 4 meter dan lebar 2,5 meter itu berdiri kokoh di atas tanah. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sementara atapnya menggunakan daun kirai. Posisi bangunan yang ditinggikan bukan tanpa alasan ia menjadi bagian dari strategi alami untuk menjaga kualitas padi tetap awet selama bertahun-tahun.

Satu leuit mampu menampung 500 hingga 1.000 ikat padi. Stok tersebut dapat menjadi penyelamat ketika paceklik melanda atau panen gagal terjadi. Bahkan, menurut Ketua Adat Desa Urug, Uka Raja Aya, padi yang disimpan dapat bertahan hingga puluhan tahun tanpa bahan kimia.

“Enggak boleh dijualin dari leluhur abah. Itu mah nitip jangan dijualin. Itu mah buat masing-masing keluarga, bukan buat masyarakat,” ujar Uka saat ditemui, Senin (16/2/2026).

Aturan Adat yang Menjaga Ketersediaan

Leuit tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi juga sistem nilai. Pengambilan padi diatur ketat oleh adat. Tidak sembarang hari boleh membuka lumbung. Hanya dua hari yang diperbolehkan untuk mengambil padi, yakni Minggu dan Kamis. Di luar itu, tindakan tersebut dianggap melanggar aturan.

“Satu, enggak boleh mengambil padi di hari penyimpanan. Bahkan kalau mau menaruh padi di lumbung, harus memilih hari lain, misalnya Sabtu atau Selasa,” jelas Uka.

Tradisi “mipit-amit ngala menta” etika meminta dan mengambil padi masih dijaga. Aturan ini memastikan stok tidak cepat habis dan tetap tersedia untuk kebutuhan keluarga maupun keperluan ritual adat.

Mayoritas warga Desa Urug masih memiliki leuit. Uka memperkirakan sekitar 80 persen keluarga menyimpan gabah di lumbung masing-masing. Sisanya menyimpan di rumah karena hasil panennya hanya cukup dari satu musim ke musim berikutnya.

Panen utama biasanya berlangsung dua kali setahun, yakni pertengahan tahun sekitar Juni dan akhir tahun antara Desember hingga Januari. Pola ini membantu distribusi hasil panen agar tidak serentak dan stok tetap terjaga.

Efektif Secara Kebijakan dan Ilmiah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menilai sistem leuit tetap relevan dalam konteks kebijakan pangan modern. Menurutnya, keberadaan lumbung desa dapat menjadi cadangan strategis ketika terjadi kerawanan pangan atau bencana.

“Setiap lumbungnya, misalnya satu ton atau setengah ton minimal. Supaya ketika ada paceklik, bisa mengambil dari stok yang sudah tersedia di leuitnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong desa mempertahankan kemandirian pangan dengan memperbaiki dan menambah jumlah leuit yang ada.

Dari sisi ilmiah, sistem ini mendapat pengakuan. Pakar agrometeorologi dan perubahan iklim dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menjelaskan bahwa daya simpan padi dalam leuit didukung oleh teknik pengeringan tradisional. Padi dikeringkan bersama tangkainya selama 14 hari untuk menurunkan kadar air.

Struktur leuit pun dirancang cermat. Jarak bangunan dari tanah mencegah penyerapan air, sementara atap daun kirai dan ventilasi alami membantu mengatur sirkulasi udara. Bahkan, kaki leuit dilengkapi komponen gelebeg berbentuk bulat pipih untuk mencegah tikus memanjat.

“Secara tidak disadari, masyarakat Sunda  sudah memahami karakteristik padi termasuk dalam hal penyimpanannya,” kata Bayu.

Dengan perawatan rutinseperti mengganti atap kirai setiap dua hingga tiga bulan dan pemeriksaan berkala dua minggu sekali struktur leuit dapat bertahan 50 hingga 100 tahun.

Tradisi yang Tetap Hidup

Meski zaman berubah, generasi muda Desa Urug tak meninggalkan tradisi ini. Banyak pemuda belajar langsung dari orang tua mereka untuk mengelola leuit dan bertani sesuai adat.

Di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim, leuit Desa Urug menghadirkan pelajaran penting: ketahanan pangan tak selalu bergantung pada teknologi canggih. Kadang, solusi paling kokoh justru berdiri di atas tiang kayu, beratap daun, dan dijaga oleh nilai-nilai leluhur yang tak lekang oleh waktu.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jagung

    Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Jawa Timur. “Saya dulu pernah jadi PPL (Penyuluh Petani Lapangan), jadi saya tahu bagaimana perasaan PPL,” […]

  • Mengenal Hidroponik: Solusi untuk Pertanian Modern

    Tanaman Hidroponik yang Cepat Tumbuh dan Menguntungkan, Jadi Pilihan Ideal untuk Budidaya Modern

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Dalam upaya menghadapi tantangan pertanian modern, budidaya tanaman hidroponik telah menjadi pilihan populer bagi petani yang ingin mencapai pertumbuhan yang cepat dan hasil yang menguntungkan. Metode ini tidak hanya efisien dalam penggunaan sumber daya, tetapi juga menghasilkan tanaman dengan kualitas yang superior. Mari kita jelajahi beberapa jenis tanaman hidroponik yang cepat tumbuh dan menguntungkan yang […]

  • Umum

    Berikan Kuliah Umum, Kepala BPPSDMP Kementan sebut Pemuda Andalan Pertanian Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    YOGYAKARTA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang kembali menggelar Millenial Agriculture (MAF) Volume 4 Edisi 42, Sabtu (23/9), di Gedung Serbaguna Jurusan Pertanian, Yogyakarta. Tema yang diangkat adalah “Membangun Wirausahawan Muda Pertanian”. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan masa depan pertanian ada di generasi milenial. “Banyak hal yang bisa digarap dari pertanian. Oleh karena, […]

  • Cara Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah agar Tetap Sehat dan Mudah Dirawat

    Cara Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah agar Tetap Sehat dan Mudah Dirawat

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tanaman hias tidak hanya mempercantik interior rumah, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih segar. Namun, kesibukan sehari-hari sering membuat banyak orang kesulitan merawat tanaman secara rutin. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, tanaman dapat mudah layu atau bahkan mati. Seorang desainer lanskap asal Newport Beach, Bridget Skinner, […]

  • Kritis, Inovatif, Terampil: Polbangtan Kementan Raih Dua Capaian Bergengsi di Rakerwil Ismapeti

    Kritis, Inovatif, Terampil: Polbangtan Kementan Raih Dua Capaian Bergengsi di Rakerwil Ismapeti

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com, GOWA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada ajang Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) XVIII Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) Wilayah V, mahasiswa Polbangtan Gowa sukses menyabet dua penghargaan sekaligus. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi Polbangtan dalam melahirkan generasi muda pertanian yang berdaya saing, kritis, dan inovatif. Menteri Pertanian […]

  • Fabrikasi Cable Support & Rack Custom Jabodetabek

    Fabrikasi Cable Support & Rack Custom Jabodetabek

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Dalam proyek industri, gedung bertingkat, maupun infrastruktur modern, sistem penataan kabel memegang peran yang sangat vital. Jalur kabel yang tidak tertata rapi dapat menimbulkan risiko keselamatan, gangguan operasional, serta kesulitan perawatan di kemudian hari. Oleh karena itu, layanan Fabrikasi Cable Support Jabodetabek menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan yang mengutamakan keamanan, efisiensi, dan ketahanan instalasi kabel […]

expand_less