Sharing Sucsess Story, 3 Wirausaha Muda Pertanian Pikat Millenial di Jatim

JAWA TIMUR – Permasalahan regenerasi petani di Indonesia bertahap mulai bisa teratasi. Pelan namun pasti Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian.

Mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penumbuhan wirausaha muda Pertanian (PWMP), Kostratani, DPM/DPA hingga Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) menjadi program andalan Kementan untuk meningkatkan regenerasi petani di Indonesia.

Di tahun 2022 ini, Kementan telah mengukuhkan 15 Young Ambassador program YESS. Tak hanya fokus pada usaha yang mereka kelola masing-masing, para Young Ambassador juga berkomitmen untuk meresonansi generasi muda lainnya untuk bersama meningkatkan pembangunan pertanian di Indonesia.

“Sebagai Young Ambassador, wajib mempromosikan dunia pertanian untuk meningkatkan citra dan memotivasi kaum muda back to agriculture. Ingat pangan adalah kebutuhan pokok dan dibutuhkan manusia setiap hari. Kita membutuhkan petani dan wirausahawan pertanian dan 10 hingga 20 tahun ke depan, masa depan kita di tangan mereka”, ujar Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP pada saat pengukuhan beberapa waktu lalu.

Hal itu sejalan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakini generasi milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

Kali ini, M Tanfidzul Khoiri asal Madiun, Wahyu Candra asal Tulungagung, Nyke Pebri Dwi Lestari asal Banjarbaru Kalsel serta Akmal kamarudin asal Maros Sulsel berkesempatan untuk mengunjungi beberapa wilayah di Jawa Timur pada 22 – 24 September 2022.

Sebagai salaj satu mentor magang bersertifikat, M Tanfidzul Khoiri mengapresiasi program penumbuhan wirausaha muda yang bergerak di bidang pertanian ini. “Program ini bagus, maka dari itu perlu disupport sehingga tepat sasaran sesuai tujuan.

“Melalui magang bersertifikat, mereka yang ikut dalam pelatihan tersebut tak hanya sekedar berlatih tetapi juga dapat membangun kemitraan dengan para mentor. Jadi tidak hanya secara teori namun juga bisa mengaplikasikan sesuai minat masing-masing. Juga bisa bermitra baik produksinya maupun pemasaran.” Ujar Owner Kandank Oewang Madiun tersebut.

Saat audiensi di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budi Udrayana mengatakan Ini merupakan kesempatan yang baik agar para mahasiswa dapat belajar langsung dengan para wirausaha yang telah sukses di bidang pertanian. “Temen –temen harus sehat baik fisik maupun mentalnya. Karena ditangan kalian keberhasilan pembangunan sektor pertanian berada”, ucap pria yang akrab dk sapa Uud ini.

Keesokan harinya, para YA melaksanakan audiensi ke DIT Kabupaten Tulungagung serta mengisi sarasehan bisnis dengan tema pelatihan pembuatan pakan komplit dan silase. Diikuti 50 peserta offline di lokasi P4S Belimbing Artha Mandiri dan 50 peserta lainnya online secara zoom.

Mereka pun berkesempatan mengunjungi SMKN 1 Tulungagung dan bertemu 150 siswa kelas XII. Antusiasme terlihat saat para YA sharing sucsess story usaha di dunia pertanian. Tak salah kiranya bila kesuksesan mereka mampu memikat millenial di Jatim untuk bersama menekuni dan sukses di sektor pertanian.

Diharapkan dengan adanya roadshow Young Ambassador YESS Programme 2022 ini dapat menjadikan pemicu semangat generasi muda yang terjun di sektor pertanian. Selain itu juga untuk memberikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam membangun pertanian di Indonesia.

Komentar