Jalan yang lebih efektif yaitu dengan memotong rantai pemasaran. Para petani yang telah bergabung dalam suatu koperasi tidak harus menjual ke pengepul atau tengkulah, tetapi mereka langsung menjual ke pedagang besar. Nah disitulah harga yang mereka dapatkan jauh lebih tinggi dibanding dengan dijual ke tengkulak.

Kesulitan modal memang sering dirasakan oleh petani kita. Lahan yang tidak seberapa tetapi harga pupuk dan input produksi yang semakin mahal membuat kegiatan pertanian menjadi lebih cepat ditinggalkan. Banyak dari kalangan petani yang meminjam uang untuk dijadikan modal pada tengkulak. Untuk nantinya ketika membayar pinjaman itu melalui pemotongan hasil jual panen mereka pada tengkulak. Hal ini membuat petani rugi dua kali. Dipotong dan dibeli dengan harga yang murah. Petani bisa meminjam modal pada suatu lembaga yang tidak memberikan bunga yang besar, semacam koperasi yang memang koperasi tersebut bergerak dengan azas kekeluargaan, bukan koperasi abal-abal yang bahkan memberikan bunga lebih besar daripada lembaga keuangan lainnya.

  1. Memperluas Jaringan Pasar

Pengetahuan tentang pasar sangat diperlukan bagi petani. Bagaimana cara mereka memasarkan produk mereka dan bagaimana fluktuasi harga yang terjadi. Supaya tidak terjebak dengan para oknum tertentu yang memberikan harga murah padahal harga yang sebenarnya lebih tinggi. Dengan perluasan pasar, membuat para petani bisa memperluas jaringan dan menawarkan serta mengenalkan produknya ke wilayah yang lebih luas. Pada zaman sekarang yang serba online, perluasan pasar juga semakin mudah dilakukan dengan cara bergabung ke marketplace dan komunitas agribisnis online. Dengan bergabung kita bisa menambah jaringan pasar kita sehingga semakin besar peluang agar produk kita terjual.

  1. Tingkatkan Kualitas Produk Pertanian

Untuk menjadi petani yang sukses harus diawali dulu dengan hasil produk pertaniannya yang baik. Kualitas yang ditawarkan harus sesuai dengan harga yang diminta. Mutu produk, ukuran, kuantitas dalam satu lahan yang lebih banyak, serta aspek-aspek lainnya yang mempengaruhi nilai jual suatu komoditas pertanian tertentu.

  1. Cerdas Mengambil Peluang

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh petani Indonesia adalah sering seragam saat memulai musim pertanian. Ketika satu waktu ada yang menanam cabai karena harga mahal, hampir semua petani menanam cabai secara bersamaan. Ketika hari panen tiba, kuantitas cabai membludak dan berakibat pada jatuhnya harga. Belum lagi ketika dalam satu areal persawahan yang komoditas tanamannya sama dapat mempercepat penyebaran hama.