Tanaman penghasil emas, seperti tanaman lembang, banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur, terutama di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Daerah-daerah ini memiliki tanah dengan kandungan logam tinggi, seperti tanah serpentin dan ultrabasa.

Walaupun potensi tanaman hiperakumulator ini besar, sayangnya belum digunakan secara maksimal.

Oleh karena itu, perlu perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak agar tanaman-tanaman ini dapat dimanfaatkan secara efisien dalam fitoremediasi dan fitomining.

Sebagai contoh, hasil eksplorasi tanaman di sekitar tailing dam tambang emas PT Antam UBPE Pongkor menunjukkan bahwa hampir semua jenis tumbuhan di sana mampu mengakumulasi emas, meskipun dalam kadar rendah.

Hamim juga menyebutkan bahwa kelompok bayam-bayaman merupakan salah satu jenis tanaman penghasil emas, dengan kemampuan akumulasi emas tertinggi di sekitar tailing. Namun, potensi fitomining-nya terbatas karena rendahnya biomassanya.

“Tanaman lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi mengakumulasi logam emas (Au). Typha dapat menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Hal ini tentu memerlukan penelitian lebih lanjut,” tambahnya.