“Terlebih lagi ada 22 (dua puluh dua) negara yang telah menyetop ekspor beras. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Anggaran yang disiapkan untuk pompanisasi ini mencapai 2 (dua) triliun untuk seluruh Indonesia yang berasal dari potongan biaya perjalanan dinas, biaya seremoni dan biaya lain yang kami prioritaskan untuk produksi,” jelas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan kita harus segera bangun kesiapan ketahanan pangan Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, Optimasi lahan rawa dan pompanisasi dimulai dengan tanam perdana padi pada lahan seluas 232 hektar di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe kabupaten Bone.

Targetnya, 38.565 hektar sawah di Sulsel dapat berproduksi setelah diintervensi melalui optimasi lahan rawa dan pompanisasi ini.

Tingkatkan Produktivitas
Kementan melakukan tanam perdana di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe kabupaten Bone. ( Sumber : Humas Polbangtan Gowa)

“Hari ini, (25/3/2024) tanam perdana dalam rangka optimasi lahan rawa dan pompanisasi, terkait upaya peningkatan dan percepatan produksi padi. Melalui pompanisasi lahan sawah yang dekat dengan sumber air tapi tidak tercapai maka di airi dengan pompa. Kita berharap upaya ini berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi dan harapan agar Kabupaten Bone tetap menjadi lumbung padi kita dapat wujudkan,” Kata Direktur Polbangtan Gowa Detia Tri Yunandar.