Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Rahasia Sukses Mencangkok Pohon Rambutan agar Cepat Berbuah

Rahasia Sukses Mencangkok Pohon Rambutan agar Cepat Berbuah

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Rambutan adalah tanaman tropis yang termasuk dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae. Tanaman ini berasal dari kepulauan Asia Tenggara dan banyak ditemukan di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia, Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Sri Lanka.

Buah rambutan memiliki kulit unik yang menyerupai rambut, yang disebut eksokarp. Kulit ini berwarna hijau saat buah masih muda, kemudian berubah menjadi kuning hingga merah saat buah matang atau ranum. Bagian yang bisa dimakan, yaitu daging buah atau aril, berwarna putih dan mengelilingi biji yang melekat atau terkadang terlepas dari kulit biji.

Rambutan (Nephelium lappaceum) masih satu keluarga dengan buah kelengkeng, leci, dan matoa. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Rambutan memiliki batang kayu dan bisa tumbuh hingga setinggi 30 meter dengan daun hijau yang panjang, serta cabang-cabang rendah dan menyebar.

Bunga rambutan berwarna putih kehijauan, berukuran kecil, harum, dan tumbuh dalam tandan besar di ujung cabang. Tanaman ini biasanya berbunga dua kali dalam setahun. Buah rambutan berbentuk bulat atau ellipsoid dengan kulit kasar dan duri lunak sekitar 2 cm. Buahnya berwarna kuning hingga merah tua dengan daging putih yang berair, menutupi biji oval berasa pahit.

Cara Mencangkok Tanaman Rambutan

Mencangkok adalah cara perbanyakan tanaman rambutan yang cukup mudah, asalkan dilakukan dengan benar. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Perlengkapan yang Dibutuhkan:

  • Pisau tajam untuk mengupas kulit cabang yang akan dicangkok

  • Tanah yang subur dan bebas pupuk kimia berlebihan (tanah sawah biasa bisa digunakan)

  • Plastik berpori, sabut kelapa, atau kain untuk membungkus

  • Cabang rambutan yang dipilih harus berumur minimal 4 bulan dan panjang sekitar 80 cm

Proses Mencangkok:

  1. Kupas Kulit Cabang
    Kupas kulit cabang selebar 20 cm di bagian pangkal dahan yang akan dicangkok.

  2. Bersihkan Kambium
    Bersihkan kambium yang menempel setelah kulit terkelupas.

  3. Keringkan Cabang
    Biarkan cabang yang sudah dibersihkan kambium-nya hingga agak kering.

  4. Bungkus dengan Tanah
    Bungkus bagian yang dikupas tadi dengan tanah subur.

  5. Balut dengan Plastik atau Sabut Kelapa
    Tutup tanah dengan plastik berpori, sabut kelapa, atau kain, kemudian ikat kedua ujungnya agar tidak mudah terlepas.

  6. Penyiraman dan Perawatan
    Siram setiap hari dan tunggu sekitar 2 bulan hingga akar mulai tumbuh.

Setelah akar tumbuh banyak, cabang tersebut bisa dipotong dan ditanam di media tanam yang sudah disiapkan, misalnya campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Media lain seperti cocopeat dan sekam bakar juga bisa digunakan.

Waktu dan Manfaat Mencangkok

Masa terbaik mencangkok adalah saat musim hujan atau setelah panen rambutan, ketika tanaman sedang aktif memperbarui sel-sel batang dan daun. Pada musim hujan, penyiraman menjadi lebih mudah karena bantuan air hujan.

Kelebihan dan Kekurangan Mencangkok Rambutan

Kelebihan:

  • Dapat menghasilkan tanaman yang seragam dan sesuai keinginan.

  • Lebih cepat berbuah dibandingkan pembibitan dari biji.

Kekurangan:

  • Akar tanaman hasil cangkok biasanya kurang kuat dan rentan tumbang.

  • Produksi buah dari tanaman cangkokan cenderung lebih sedikit dibanding tanaman dari biji.

  • Tanaman induk bisa cepat mengalami penurunan kesehatan.

Demikian uraian lengkap tentang rambutan dan cara mencangkoknya yang benar. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca, khususnya para pemula yang ingin mencoba perbanyakan tanaman rambutan. Terima kasih telah berkunjung!

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

    Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi. Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya […]

  • Kokedama adalah seni menanam tanaman hias gantung dari Jepang. Metode ini melibatkan menanam tanaman kecil dalam bola tanah yang dibentuk.

    Kokedama, Tren Seni Menanam Tanaman Hias Gantung dari Jepang

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Kokedama, seni menanam tanaman hias gantung yang berasal dari Jepang, telah menjadi tren yang diminati dalam dekade terakhir. Sebagai bentuk seni yang telah eksis selama berabad-abad, kokedama awalnya digunakan untuk bonsai tanaman. Kata “kokedama” sendiri berasal dari gabungan kata “koke” yang berarti lumut dan “dama” yang artinya bola. Secara visual, kokedama menggambarkan cara menanam tanaman […]

  • Badung UMKM Week 2025

    Hadir dan Ramaikan Badung UMKM Week 2025! Pameran Produk Lokal Unggulan Meriahkan HUT RI ke-80

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Badung, Bali — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Badung Bali melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan akan menyelenggarakan Badung UMKM Week 2025. Acara ini akan menghadirkan pameran produk-produk unggulan UMKM Badung selama satu minggu penuh, mulai tanggal 19 hingga 25 Agustus 2025, bertempat di Fountain Stage […]

  • Menanam Melon Tanpa Lahan Luas dan Insektisida? Ini Rahasia Melon Hidroponik

    Menanam Melon Tanpa Lahan Luas dan Insektisida? Ini Rahasia Melon Hidroponik

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Selama ini, melon kerap dianggap sebagai tanaman “mahal” dan ribet. Butuh lahan luas, perawatan ekstra, serta insektisida dan fungisida yang tidak sedikit. Namun anggapan itu perlahan terpatahkan. Di tangan praktisi seperti Petani melon, melon justru bisa tumbuh subur, rapi, dan berbuah manis lewat sistem hidroponik bahkan tanpa insektisida sama sekali. Menariknya, perjalanan budidaya […]

  • Tanaman calathea

    5 Tanaman Hias Mini untuk Ruangan Sempit yang Bikin Interior Tetap Lapang dan Segar

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Menata ruangan kecil dengan tanaman hias sering kali menjadi tantangan. Salah pilih tanaman, ruangan bisa terasa penuh dan sesak. Namun, dengan pemilihan jenis yang tepat, tanaman justru dapat mempercantik sekaligus memberi suasana segar tanpa mengorbankan ruang. Kuncinya adalah memilih tanaman berukuran kecil yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan area luas. Berikut rekomendasi tanaman […]

  • Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

    Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 1Komentar

    wartanionline.com, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian telah melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didampingi Sekretaris […]

expand_less