Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Dari Limbah Sawit ke Aviasi Global, Indonesia Siap Kuasai Industri SAF

Dari Limbah Sawit ke Aviasi Global, Indonesia Siap Kuasai Industri SAF

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan di tingkat global. Potensi tersebut didukung oleh melimpahnya limbah dari industri kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Head of Business Development Department, Green Energy & Chemicals Tripatra, Muhammad Farras Wibisono, menjelaskan bahwa SAF menjadi solusi penting untuk menekan emisi karbon dari operasional penerbangan. Seiring meningkatnya komitmen global terhadap pengurangan emisi, permintaan SAF diproyeksikan melonjak tajam dalam beberapa tahun ke depan.

“Permintaan pasar terhadap SAF meningkat sangat drastis. Targetnya pada 2030 kebutuhan SAF bisa mencapai 90 juta ton,” ujar Farras dalam jumpa pers Sosialisasi Limbah Cair Sawit sebagai Bahan Bakar Pesawat di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Namun, tingginya target tersebut dihadapkan pada tantangan keterbatasan bahan baku. Kondisi inilah yang membuka peluang besar bagi Indonesia, mengingat negara ini memiliki beragam sumber bahan baku berbasis biomassa, khususnya dari industri sawit.

Menurut Farras, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan negara lain karena ketersediaan limbah sawit dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Hal tersebut membuat Indonesia berpotensi menjadi pusat industri SAF dunia.

Saat ini, terdapat berbagai teknologi untuk memproduksi SAF berbasis biomassa. Meski demikian, tidak semua teknologi siap diterapkan secara komersial. Teknologi yang dinilai paling memungkinkan untuk saat ini adalah Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA), yakni proses pengolahan lemak nabati dan limbah minyak melalui hidrogenasi untuk menghilangkan kandungan oksigen.

Indonesia dinilai sangat cocok menerapkan teknologi tersebut karena kaya akan limbah minyak. Beberapa bahan baku yang dapat diolah menjadi SAF antara lain limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME), minyak jelantah atau used cooking oil (UCO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), serta minyak dari tandan kosong kelapa sawit atau empty fruit bunch (EFB).

Dari berbagai opsi tersebut, POME dan UCO saat ini dianggap sebagai bahan baku paling potensial. Minyak jelantah bahkan menjadi bahan baku yang paling banyak digunakan oleh produsen SAF di dunia karena ketersediaannya dan karakteristiknya yang sesuai untuk proses HEFA.

“Kalau bicara potensi, Indonesia sangat besar. Tidak hanya dari waste oil, tetapi juga dari biomassa lainnya. Secara total, Indonesia berpotensi memproduksi sekitar 18 juta ton SAF per tahun,” jelas Farras.

Upaya mendorong pemanfaatan limbah sawit sebagai SAF juga mendapat pengakuan internasional. Hasil kajian Tim Indonesia Expert yang melibatkan Tripatra, Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS), dan sejumlah pihak lainnya berhasil membuat POME diakui sebagai bahan baku SAF oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Pengakuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di industri SAF global sekaligus mendukung transisi energi bersih di sektor penerbangan.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Tanaman Indoor Penghasil Oksigen untuk Kualitas Udara Segar di Rumah

    5 Tanaman Indoor Penghasil Oksigen untuk Kualitas Udara Segar di Rumah

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Menciptakan suasana segar dan sehat di rumah tidak hanya tentang dekorasi, tetapi juga kualitas udara. Tanaman indoor penghasil oksigen dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas udara di rumah Anda. Berikut adalah 5 tanaman indoor penghasil oksigen yang dapat Anda pilih: 1. Lidah Mertua (Sansevieria) Lidah mertua merupakan tanaman indoor yang populer karena mudah dirawat dan […]

  • Tanaman Hias Tahan Banjir

    Tanaman Hias Tahan Banjir, Solusi untuk Rumah di Wilayah Rawan Genangan

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Sebagai solusi, menanam tanaman hias yang tahan terhadap banjir dapat membantu menjaga keindahan pekarangan, menstabilkan tanah, serta tumbuh subur meski dalam kondisi tergenang air. Mengetahui tanaman hias yang cocok untuk wilayah rawan banjir akan menghemat waktu, biaya, dan menghindari kehilangan tanaman berharga. Dilansir dari Ideal Home, Selasa (4/3/2025), berikut beberapa tanaman hias tahan […]

  • Bersubsidi

    Mentan SYL Perintahkan Jajarannya Kawal Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    Ciawi – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan. “Jangan sampai ada penyelewengan dan penyimpangan, boros di sana dan di sini. Tolong jaga dengan baik,” ungkap SYL saat membuka kegiatan Training of Trainers […]

  • Sirih Gading

    Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh di Ruangan Tanpa Jendela

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    wartanionline.com – Secara umum, tanaman membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis dengan menyerap energi dari cahaya melalui daun. Namun, tidak semua tanaman memerlukan sinar matahari langsung untuk tumbuh subur. Banyak tanaman yang lebih menyukai cahaya sedang atau rendah, dan ada juga yang dapat bertahan hidup tanpa cahaya alami sama sekali. Mengutip Flower Advisor, Rabu (4/9/2024), berikut adalah […]

  • Solusi Berkebun di Lahan Kering

    Solusi Berkebun di Lahan Kering: Sayuran Hemat Air yang Mudah Dirawat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    wartanionline.com – Memiliki kebun sayur di rumah bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat. Namun, tantangannya semakin besar jika Anda tinggal di daerah dengan curah hujan rendah atau sering lupa menyiram tanaman. Dalam kondisi seperti ini, pemilihan jenis tanaman menjadi sangat penting. Solusinya? Tanaman sayur yang tahan kekeringan. Jenis tanaman ini tidak memerlukan banyak air […]

  • Pengaruh Cuaca Ekstrem Bagi Para Nelayan Menangkap Ikan, Berikut Solusinya

    Pengaruh Cuaca Ekstrem Bagi Para Nelayan Menangkap Ikan, Berikut Solusinya

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang terjadi di luar kondisi normal, terutama bagi para nelayan. Fenomena ini dapat berupa hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, atau badai. Cuaca ekstrem dapat berdampak negatif bagi berbagai sektor, termasuk sektor perikanan. Bagi para mereka, cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti: 1. Merugikan Hasil Tangkapan Cuaca ekstrem dapat […]

expand_less