Kementan Gelar Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kegiatan Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menyelenggarakan Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 Polbangtan Gowa ini diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Workshop tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kemajuan sektor pertanian nasional.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas insan pertanian.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin. Ia mengapresiasi Polbangtan Gowa atas inisiatif dan komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai strategis untuk memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian.
“Pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. HKI bukan hanya persoalan administrasi atau legalitas, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kreativitas, inovasi, dan hasil pemikiran yang dihasilkan sivitas akademika,” ujar Amin.
Ia berharap workshop ini dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi potensi HKI sejak awal proses penciptaan karya, memahami mekanisme perlindungan kekayaan intelektual, serta mendorong lahirnya lebih banyak karya yang dapat didaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum.
Dalam sambutannya, Plt Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menyampaikan bahwa Hak Kekayaan Intelektual merupakan aset penting yang perlu dikelola dan dilindungi secara optimal. Berbagai hasil penelitian, inovasi teknologi, karya tulis, maupun produk kreatif yang dihasilkan sivitas akademika memiliki nilai strategis dan perlu memperoleh perlindungan hukum agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“HaKI merupakan instrumen penting dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas dan inovasi sivitas akademika. Melalui pengelolaan HaKI yang baik, hasil penelitian dan inovasi tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah, manfaat ekonomi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pengelolaan HKI dan publikasi ilmiah, yakni Mujiyo selaku Chief Editor Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, Muhammad Arsyad dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Abu Bakar Tawali dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin, serta Abdul Haris Bahrun yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Pertanian.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis HKI, strategi perlindungan hasil penelitian dan inovasi, teknik penulisan artikel ilmiah, pemilihan jurnal yang tepat, hingga strategi meningkatkan kualitas publikasi akademik.
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Gowa, Soraya Faradilla, mengatakan bahwa penguatan budaya inovasi, perlindungan HKI, dan publikasi ilmiah akan semakin memperkuat kontribusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung transformasi pertanian modern dan pembangunan SDM pertanian yang unggul.
“Workshop ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan motivasi seluruh peserta dalam menghasilkan karya-karya berkualitas dan berdaya saing,” ujar Soraya.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi terkait karya maupun hasil penelitian yang berpotensi didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagai pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Melalui workshop ini, Polbangtan Gowa berharap dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah berkualitas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan reputasi institusi serta memperkuat kontribusi Polbangtan Gowa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di sektor pertanian.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com
- Sumber: Humas Polbangtan Gowa





Saat ini belum ada komentar