Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Kementan Gelar Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi

Kementan Gelar Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menyelenggarakan Workshop Pengenalan Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Penguatan Publikasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 Polbangtan Gowa ini diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Workshop tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kemajuan sektor pertanian nasional.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas insan pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin. Ia mengapresiasi Polbangtan Gowa atas inisiatif dan komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai strategis untuk memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

“Pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. HKI bukan hanya persoalan administrasi atau legalitas, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kreativitas, inovasi, dan hasil pemikiran yang dihasilkan sivitas akademika,” ujar Amin.

Ia berharap workshop ini dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi potensi HKI sejak awal proses penciptaan karya, memahami mekanisme perlindungan kekayaan intelektual, serta mendorong lahirnya lebih banyak karya yang dapat didaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum.

Dalam sambutannya, Plt Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menyampaikan bahwa Hak Kekayaan Intelektual merupakan aset penting yang perlu dikelola dan dilindungi secara optimal. Berbagai hasil penelitian, inovasi teknologi, karya tulis, maupun produk kreatif yang dihasilkan sivitas akademika memiliki nilai strategis dan perlu memperoleh perlindungan hukum agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“HaKI merupakan instrumen penting dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas dan inovasi sivitas akademika. Melalui pengelolaan HaKI yang baik, hasil penelitian dan inovasi tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah, manfaat ekonomi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pengelolaan HKI dan publikasi ilmiah, yakni Mujiyo selaku Chief Editor Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, Muhammad Arsyad dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Abu Bakar Tawali dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin, serta Abdul Haris Bahrun yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis HKI, strategi perlindungan hasil penelitian dan inovasi, teknik penulisan artikel ilmiah, pemilihan jurnal yang tepat, hingga strategi meningkatkan kualitas publikasi akademik.

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Gowa, Soraya Faradilla, mengatakan bahwa penguatan budaya inovasi, perlindungan HKI, dan publikasi ilmiah akan semakin memperkuat kontribusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung transformasi pertanian modern dan pembangunan SDM pertanian yang unggul.

“Workshop ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan motivasi seluruh peserta dalam menghasilkan karya-karya berkualitas dan berdaya saing,” ujar Soraya.

Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi terkait karya maupun hasil penelitian yang berpotensi didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagai pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Melalui workshop ini, Polbangtan Gowa berharap dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah berkualitas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan reputasi institusi serta memperkuat kontribusi Polbangtan Gowa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di sektor pertanian.

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Sejarah Kementerian Pertanian

      Sejarah Kementerian Pertanian

      • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
      • account_circle redaksi
      • 14Komentar

      Kementerian Pertanian atau lazimnya disebut Kementan (singkatan dari Kementerian Pertanian) merupakan badan pemerintahan yang resmi membidangi tanaman pangan, SDM Pertanian, holtikultural, perkebunan dan aspek-aspek pertanian lainnya. Birokrasi pertanian telah dibentuk sejak penjajah mengusai kekayaan alam Indonesia, tercatat dalam sejarah kemerdekaan bahwa Belanda pernah membentuk badan khusus yang bertugas mengurusi pengolahan pertanian di bumi nusantara. Kementan terbentuk […]

    • Cara membuat pupuk organik cair adalah solusi praktis dan ramah lingkungan untuk menyuburkan tanaman dengan menggunakan bahan-bahan alami.

      Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman

      • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Pupuk organik cair (POC) memiliki peran penting dalam menyuburkan tanaman karena mengandung zat-zat yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, POC juga mengandung nutrisi penting seperti kalium yang diperlukan dalam proses kehidupan tanaman. Yang menarik, POC dapat dengan mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Berikut adalah cara membuat pupuk organik cair (POC) yang […]

    • Kompos dan Pupuk Sama-sama Menyuburkan, Tapi Ternyata Berbeda Cara Kerjanya!

      Kompos dan Pupuk Sama-sama Menyuburkan, Tapi Ternyata Berbeda Cara Kerjanya!

      • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Memilih antara kompos dan pupuk sering kali membingungkan bagi para pecinta tanaman. Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan menunjang pertumbuhan tanaman, namun cara kerja dan penggunaannya berbeda.Memahami perbedaan, kelebihan, serta cara penerapan yang tepat sangat penting agar tanaman tetap sehat dan tanah tidak rusak. Apa Itu Kompos? Kompos adalah bahan […]

    • Penyerapan Gabah Bulog Sumut Capai 84,24 Persen, Tembus 58.558 Ton hingga Oktober 2026

      Penyerapan Gabah Bulog Sumut Capai 84,24 Persen, Tembus 58.558 Ton hingga Oktober 2026

      • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
      • account_circle Admin
      • 0Komentar

      Perum Bulog di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan-Bangka Belitung terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

    • Ide mengenai bisnis tanaman ini, cocok dikerjakan di era saat ini. Bisnis-bisnis ini masih jarang ada di Indonesia. Yuk, intip apa saja.

      5 Bisnis Tanaman Unik yang Patut Dicoba, Bisa Untung Besar!

      • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Di era serba modern ini, pastilah kita juga perlu mencari peluang bisnis tanaman yang cocok dikerjakan saat ini juga. Bisnis tanaman, selama ini cenderung dikerjakan secara offline dan model bisnisnya paling umum adalah menjual tanaman, dan serba-serbinya seperti pot dan pupuk. Jika Anda sedang mencari ide bisnis tanaman yang beda dari yang lain, dan cocok […]

    • tanaman hias

      8 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Feng Shui

      • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Selain mempercantik rumah, beberapa tanaman hias juga diyakini mampu membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Berdasarkan kepercayaan Feng Shui, ilmu yang mempelajari aliran energi dalam rumah, tanaman hias tertentu dapat menghadirkan kemakmuran, cinta, dan kebahagiaan. Berikut adalah delapan tanaman hias yang diyakini membawa keberuntungan. 1. Bambu Hoki Bambu Hoki, atau dikenal sebagai Lucky Bamboo, merupakan […]

    expand_less