Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Pemerintah Dorong Petani Sawit Masuk Industri Hilir, Koperasi Disiapkan Miliki Pabrik CPO

Pemerintah Dorong Petani Sawit Masuk Industri Hilir, Koperasi Disiapkan Miliki Pabrik CPO

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan peran petani kelapa sawit dalam industri hulu hingga hilir melalui penguatan kelembagaan koperasi. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) juga diminta lebih aktif mengajak petani terlibat dalam sektor pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit.

Dukungan tersebut mengemuka dalam pembukaan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III yang diselenggarakan APKASINDO di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan HUT APKASINDO ke-26 tersebut didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan diikuti pengurus APKASINDO dari 25 provinsi.

Hadir dalam kegiatan itu Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa agenda hilirisasi sawit harus diawali dengan pembenahan sektor hulu, khususnya pada tingkat usaha tani.

Menurutnya, pengembangan industri pengolahan tidak akan berjalan optimal apabila fondasi produksi dan sistem pendukung di tingkat petani belum tertata dengan baik.

“Pengembangan pengolahan di bagian hilir butuh pondasi yang baik di tingkat usaha tani. Karena itu, penataan kegiatan budidaya dan sistem pendukungnya menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari agenda hilirisasi sawit,” jelas Rachmat.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan agenda hilirisasi sawit. Karena itu, dukungan petani melalui APKASINDO dinilai penting agar perencanaan pembangunan dapat berjalan baik dan manfaatnya turut dirasakan para pelaku usaha, termasuk pekebun.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit berbasis koperasi sebagai langkah konkret meningkatkan keterlibatan petani dalam industri pengolahan.

Kementerian Koperasi, kata dia, siap mendampingi koperasi petani untuk memasuki sektor industri pengolahan, termasuk memfasilitasi akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Saya mendorong koperasi petani sawit memperluas peranannya hingga ke industri pengolahan. Koperasi dibutuhkan dalam hilirisasi agar petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai usaha sawit,” tegas Ferry.

Dalam paparannya, Ferry juga menyampaikan rencana pengembangan pabrik kelapa sawit berbasis koperasi dengan kapasitas sekitar 60 ton per jam dan didukung luasan kebun mencapai 7.000 hektare.

“Kami siap mendampingi koperasi-koperasi APKASINDO untuk bikin pabrik-pabrik kelapa sawit dan CPO,” ujarnya.

Selain itu, Ferry mendorong penguatan kemitraan antara koperasi petani sawit dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan perkebunan.

Ia meminta APKASINDO mengambil peran lebih besar dalam memperkuat koperasi anggotanya agar mampu menjadi mitra usaha yang memiliki posisi lebih kuat dalam rantai industri sawit.

“Saya minta APKASINDO dapat berperan memperkuat koperasi anggotanya sebagai mitra usaha,” ungkapnya.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung, menyambut baik dukungan pemerintah dalam memperkuat keterlibatan petani sawit pada sektor hilirisasi.

Menurutnya, pengembangan industri hilir harus memberikan ruang lebih besar kepada pekebun untuk menikmati nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan.

“Hilirisasi sawit pro petani perlu membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk menikmati nilai tambah komoditas. Pengembangan industri tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang kemitraan, akses usaha, dan keterlibatan petani dalam rantai nilai sawit,” kata Gulat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara petani swadaya, pabrik kelapa sawit komersial atau pabrik tanpa kebun, serta pabrik yang terhubung dengan kebun inti dan plasma.

Menurut Gulat, masing-masing pihak memiliki hubungan pasokan dan kepentingan usaha yang perlu dipahami bersama agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan petani.

Selain hilirisasi, persoalan harga tandan buah segar (TBS) sawit juga menjadi salah satu agenda penting dalam PENAS III APKASINDO.

Gulat menilai kepastian harga TBS di tingkat kebun sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, biaya pemeliharaan, serta kemampuan pekebun menjaga produktivitas tanaman.

Karena itu, upaya stabilisasi harga TBS dan penguatan posisi tawar petani menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan pekebun sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendorong organisasi petani sawit tersebut menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjembatani kepentingan petani, dunia usaha, dan pemerintah.

Menurutnya, dukungan terhadap kebijakan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan keberanian organisasi dalam menyampaikan aspirasi dan keberatan apabila terdapat regulasi yang berpotensi merugikan petani.

Dengan demikian, APKASINDO diharapkan tidak hanya menjadi wadah perjuangan pekebun, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kebijakan perkebunan sawit yang memberikan manfaat bagi petani dan keberlanjutan industri nasional.

  • Penulis: Admin
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Membasmi Kutu Putih pada Tanaman Cabai Tanpa Merusak Tanaman

    Cara Membasmi Kutu Putih pada Tanaman Cabai Tanpa Merusak Tanaman

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Kutu putih merupakan salah satu hama yang kerap menyerang tanaman, termasuk cabai. Keberadaan hama ini dapat dikenali dari bercak putih dan telur yang menempel pada bagian tanaman, terutama daun. Mengutip laman Cybex Kementerian Pertanian RI, kutu putih umumnya berada di bagian bawah daun dan mengisap getah tanaman sebagai sumber nutrisi. Selain mengambil sari […]

  • Tanaman Dataran Tinggi

    Ternyata 10 Jenis Tanaman Dataran Tinggi Ini Juga Bisa Dibudidayakan di Rumah

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 6Komentar

    Tanaman dataran tinggi ini juga bisa dibudidayakan di rumah. Jangan sampai salah memilih tanaman dataran tinggi, karena bisa jadi tanaman tersebut mati karena cuacanya tidak sesuai. Berikut ini 10 tanaman dataran tinggi yang cocok untuk dibudidayakan di rumah. 1. Stroberi Stroberi adalah tanaman dataran tinggi yang asalnya dari Amerika Utara. Buah stroberi ini jika dipanen […]

  • GAPKI Perkuat Kemitraan Sawit dengan India Hadapi Tantangan Pasokan 2027

    GAPKI Perkuat Kemitraan Sawit dengan India Hadapi Tantangan Pasokan 2027

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    GAPKI mendorong penguatan kemitraan industri sawit dengan India untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah tantangan penurunan produksi dan peningkatan penyerapan domestik.

  • Swasembada Daging Bukan Sekedar Wacana, MAF Polbangtan Kementan Beberkan Strateginya

    Swasembada Daging Bukan Sekedar Wacana, MAF Polbangtan Kementan Beberkan Strateginya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Gowa – Antusiasme tinggi, mewarnai gelaran Millennials Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 13 yang diselenggarakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Sabtu (28/3/2026). Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah ikut bergabung secara daring untuk membahas masa depan swasembada daging nasional. Mengangkat tema “Mewujudkan Swasembada Daging Berkelanjutan: Menjawab Tantangan Global, Mengoptimalkan Potensi Lokal”, forum […]

  • Cara Menanam Selada di Rumah dengan Mudah

    Pertanian Organik: Mengenal Konsep dan Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Mengenal pertanian organik, yang merupakan metode budidaya tanaman dan ternak yang dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida, pupuk kimia, dan antibiotik. Pendekatan ini berfokus pada penggunaan sumber daya alami dan praktik yang ramah lingkungan untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem pertanian. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang konsep pertanian organik dan manfaatnya. […]

  • Budidaya Hidroponik, Tanaman yang Menguntungkan

    Budidaya Hidroponik, Tanaman yang Menguntungkan

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 7Komentar

    Pemampaatan budidaya hidroponik menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan di pekarangan rumah, Namun terbatasnya lahan yang dimiliki terkadang jadi salah satu kendala yang dihadapi sebagian orang ketika ingin memulai usaha pertanian. Budidaya hidroponik bisa menjadi alternatif pilihan untuk memulai kegiatan pertanian yang terkendala dengan terbatasnya lahan. Apakah itu hidroponik? Hidroponik adalah salah satu teknik dalam […]

expand_less