Air Menggenang di Tatakan Pot Jangan Dibiarkan, Ini Dampaknya bagi Tanaman
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

Ilustrasi menyiram tanaman hias
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Bagi pemilik tanaman hias di rumah, melihat air menggenang di tatakan pot setelah menyiram tanaman merupakan hal yang umum. Tatakan memang berfungsi menampung kelebihan air agar tidak langsung mengotori lantai atau furnitur.
Namun, air yang dibiarkan terlalu lama justru dapat menimbulkan masalah bagi tanaman. Genangan di dasar pot berpotensi membuat akar kekurangan oksigen hingga mengalami pembusukan.
Mengapa Air Bisa Menggenang?
Salah satu penyebab paling umum adalah penyiraman yang terlalu banyak. Media tanam hanya mampu menyerap air dalam jumlah tertentu. Kelebihan air kemudian keluar melalui lubang drainase dan terkumpul di tatakan pot.
Jika air tidak hanya menggenang di tatakan, tetapi juga bertahan di permukaan media tanam, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem drainase.
Lubang di bagian bawah pot dapat tersumbat oleh tanah, akar, atau kotoran. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan baik sehingga media tanam menjadi terlalu lembap.
Jenis pot juga berpengaruh terhadap lamanya kelembapan bertahan. Pot plastik umumnya menahan kelembapan lebih lama, sedangkan pot berbahan terakota atau keramik berpori memungkinkan sebagian air menguap melalui permukaan pot.
Kondisi lingkungan turut menentukan. Ruangan dengan kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk membuat air lebih lambat menguap dibandingkan tempat yang kering dan memiliki aliran udara baik.
Genangan Bisa Memicu Pembusukan Akar
Air yang terus menggenang di dasar pot dapat membuat media tanam terlalu basah dan mengurangi ruang udara di antara partikel tanah.
Padahal, akar membutuhkan oksigen untuk menjalankan fungsi normalnya. Ketika oksigen di sekitar akar berkurang dalam waktu lama, akar dapat mengalami kerusakan hingga pembusukan.
Masalah ini bahkan bisa berlangsung di bawah permukaan tanah sebelum terlihat dari bagian tanaman. Karena itu, tanaman yang masih tampak segar dan memiliki daun sehat belum tentu terbebas dari masalah pada akar.
Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah media tanam yang terus basah dalam waktu lama atau air yang tidak kunjung keluar dari pot.
Kapan Air di Tatakan Harus Dibuang?
Setelah menyiram tanaman, periksa kembali tatakan pot. Air yang terkumpul sebaiknya dikosongkan sekitar 15-30 menit setelah penyiraman, setelah kelebihan air selesai mengalir dari media tanam.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah bagian bawah pot terus terendam air.
Jika genangan justru terbentuk di permukaan media tanam, periksa lubang drainase pada bagian bawah pot. Pastikan tidak ada tanah, akar, atau kotoran yang menghalangi aliran air.
Genangan Juga Bisa Mengundang Hama
Masalah akibat air menggenang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan akar. Genangan air pada tatakan pot juga dapat menjadi tempat yang menarik bagi nyamuk.
Sementara itu, media tanam yang terlalu lembap dapat menjadi lingkungan yang disukai fungus gnats, yaitu lalat kecil yang kerap ditemukan di sekitar tanaman dalam ruangan.
Di balkon atau teras, air yang tidak segera dibuang juga dapat membuat permukaan lantai menjadi licin. Pada pot yang ditempatkan di area bertingkat, genangan bahkan dapat menetes ke area di bawahnya.
Pastikan Pot Memiliki Drainase
Salah satu cara paling sederhana untuk mencegah masalah adalah memilih pot dengan lubang drainase yang memadai.
Jika ingin menggunakan pot dekoratif yang tidak memiliki lubang, pot tersebut dapat difungsikan sebagai pot luar. Tanaman tetap ditempatkan di dalam pot tanam yang memiliki lubang drainase sehingga kelebihan air dapat keluar dengan baik.
Saat menyiram, lakukan secara perlahan hingga air mulai keluar dari lubang bagian bawah pot. Setelah beberapa menit, kosongkan air yang terkumpul di tatakan.
Dengan cara tersebut, tanaman tetap mendapatkan air yang cukup tanpa membuat akar terendam terlalu lama.
Gunakan Pebble Tray untuk Menjaga Kelembapan
Bagi tanaman yang membutuhkan kelembapan udara lebih tinggi, pebble tray atau tatakan berisi kerikil dapat menjadi alternatif.
Caranya, susun kerikil kecil di dalam tatakan kemudian tambahkan air hingga ketinggiannya berada di bawah atau sekitar permukaan kerikil. Letakkan pot di atas kerikil dan pastikan bagian bawah pot tidak terendam langsung oleh air.
Air yang menguap dari tatakan dapat membantu meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman, sementara posisi pot yang berada di atas kerikil menjaga akar tetap memiliki akses terhadap udara.
Dengan rutin mengontrol penyiraman, memastikan drainase berfungsi baik, dan tidak membiarkan air menggenang terlalu lama, tanaman di rumah dapat tumbuh lebih sehat tanpa risiko akar terendam.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar