Jangan Cuma Jadi Hiasan, 10 Tanaman Ini Bisa Bantu Lawan Polusi Udara di Rumah
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Tanaman lidah mertua
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Tanaman hias tidak hanya berfungsi mempercantik ruangan. Sejumlah jenis tanaman juga diketahui memiliki kemampuan membantu menyerap atau mengurangi beberapa polutan udara di dalam ruangan.
Kemampuan tersebut membuat tanaman kerap dianggap sebagai salah satu cara alami untuk membantu menjaga kualitas udara di rumah. Sejumlah penelitian mengenai tanaman dalam ruangan, termasuk penelitian NASA, pernah mengidentifikasi tumbuhan yang dapat membantu menghilangkan senyawa volatile organic compounds (VOC).
VOC merupakan senyawa kimia berbentuk gas yang dapat dilepaskan oleh berbagai produk rumah tangga, seperti cat, bahan pembersih, hingga produk tertentu yang digunakan sehari-hari. Konsentrasi VOC di dalam ruangan dalam kondisi tertentu dapat lebih tinggi dibandingkan udara luar.
Paparan VOC dalam kadar tertentu dapat menimbulkan gangguan seperti iritasi dan sakit kepala. Karena itu, keberadaan tanaman yang berpotensi membantu mengurangi polutan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kualitas udara di rumah.
Lantas, tanaman apa saja yang bisa dipilih?
1. Lidah Mertua
Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) merupakan salah satu tanaman yang paling populer untuk ditempatkan di dalam rumah.
Tanaman ini dikenal dapat membantu menghilangkan sejumlah polutan, antara lain formaldehida, benzena, xilena, toluena, dan nitrogen oksida.
Perawatannya juga relatif mudah. Lidah mertua mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
2. Spider Plant
Spider plant (Chlorophytum comosum) dapat menjadi pilihan bagi penghuni rumah yang menginginkan tanaman berukuran relatif kecil dan mudah dirawat.
Tanaman ini diketahui dapat membantu mengurangi formaldehida, xilena, dan toluena. Spider plant juga dapat tumbuh dengan baik di bawah cahaya tidak langsung sehingga cocok ditempatkan di dalam ruangan.
3. Peace Lily
Peace lily (Spathiphyllum) memiliki bunga berwarna putih yang membuatnya populer sebagai tanaman penghias interior.
Selain tampilannya menarik, tanaman ini diketahui dapat membantu menghilangkan sejumlah senyawa, termasuk formaldehida, benzena, trikloroetilena, xilena, dan amonia.
Peace lily menyukai cahaya tidak langsung dan media tanam yang tetap lembap. Karena itu, penyiraman perlu dilakukan secara teratur tanpa membuat tanah terlalu tergenang.
4. Lidah Buaya
Lidah buaya (Aloe barbadensis miller) tidak hanya dikenal karena manfaatnya dalam perawatan kulit, tetapi juga dapat ditempatkan sebagai tanaman penghias dalam ruangan.
Tanaman ini diketahui dapat membantu menghilangkan formaldehida dan benzena. Lidah buaya menyukai cahaya terang tidak langsung dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
5. Pakis Boston
Pakis Boston (Nephrolepis exaltata) merupakan tanaman yang menyukai kondisi lembap.
Tanaman ini termasuk jenis yang dapat membantu menghilangkan formaldehida dan xilena dari udara. Agar tumbuh optimal, pakis Boston membutuhkan kelembapan tinggi, cahaya tidak langsung, serta penyiraman secara teratur.
6. English Ivy
English ivy (Hedera helix) dapat menjadi pilihan tanaman untuk membantu mengurangi sejumlah polutan di dalam ruangan.
Tanaman ini diketahui dapat membantu mengurangi formaldehida, benzena, xilena, dan toluena. English ivy dapat tumbuh dalam kondisi cahaya sedang dan menyukai media tanam yang lembap.
7. Karet Kebo
Karet kebo (Ficus elastica) memiliki daun lebar dan menjadi salah satu tanaman yang cukup populer sebagai penghias interior.
Tanaman ini dikenal karena kemampuannya membantu menghilangkan formaldehida. Karet kebo menyukai cahaya terang tidak langsung dan membutuhkan penyiraman dalam jumlah sedang.
8. Sirih Gading
Sirih gading (Epipremnum aureum) termasuk tanaman yang mudah ditemukan dan relatif gampang dirawat.
Tanaman ini diketahui dapat membantu mengurangi formaldehida, benzena, xilena, dan toluena. Sirih gading juga cukup toleran terhadap cahaya rendah sehingga dapat ditempatkan di berbagai sudut rumah.
Penyiramannya pun tidak perlu terlalu sering, sehingga cocok bagi pemilik rumah yang tidak ingin repot merawat tanaman.
9. Palem Bambu
Palem bambu (Chamaedorea seifrizii) dapat memberikan nuansa hijau sekaligus membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Tanaman ini diketahui dapat membantu menghilangkan formaldehida, benzena, trikloroetilena, dan xilena.
Palem bambu menyukai cahaya tidak langsung dan membutuhkan penyiraman secara teratur agar tetap tumbuh dengan baik.
10. Dracaena
Dracaena (Dracaena spp.) merupakan kelompok tanaman hias yang juga dapat dipelihara di dalam ruangan.
Tanaman ini diketahui dapat membantu mengurangi sejumlah senyawa, termasuk formaldehida, benzena, trikloroetilena, xilena, dan toluena.
Dracaena menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang tetap lembap.
Tanaman Tidak Membuat Udara Langsung Bersih
Meski sejumlah tanaman memiliki kemampuan menyerap atau mengurangi polutan tertentu, bukan berarti menempatkan satu atau dua pot tanaman akan langsung membuat udara di dalam rumah menjadi bersih.
Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa kemampuan tanaman dalam kondisi laboratorium tidak selalu sama dengan efektivitasnya di ruangan rumah yang sebenarnya. Studi yang diterbitkan oleh Drexel University, misalnya, menghitung bahwa dibutuhkan jumlah tanaman yang sangat banyak untuk menghasilkan pengurangan VOC yang signifikan melalui mekanisme tersebut.
Karena itu, tanaman sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti ventilasi yang baik atau sistem pemurnian udara.
Salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas udara adalah memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik. Membuka jendela secara berkala dapat membantu pertukaran udara, selama kondisi udara luar memungkinkan.
Penggunaan exhaust fan di dapur dan kamar mandi juga dapat membantu membuang udara dan kelembapan dari dalam rumah. Selain itu, penggunaan produk rumah tangga yang mengandung bahan kimia volatil secara berlebihan sebaiknya dikurangi.
Dengan demikian, keberadaan tanaman hias dapat menjadi bagian dari lingkungan rumah yang lebih nyaman dan hijau. Namun, untuk menjaga kualitas udara secara optimal, tanaman perlu dikombinasikan dengan ventilasi yang memadai, pengendalian sumber polusi, serta kebiasaan hidup yang mendukung udara bersih.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar