Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Mentan Minta Peternak Tidak Panik Terhadap PMK

Mentan Minta Peternak Tidak Panik Terhadap PMK

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Lebih dari 2.000 hewan ternak di Provinsi Jawa Timur seperti Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gresik dan Sidoarjo dan Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Tamiang saat ini tengah terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bahkan lebih dari 30 ekor diantaranya tidak terselamatkan.

Laporan kasus penyakit menular sapi dengan tanda klinis awal penurunan nafsu makan, hipersalivasi, panting, kepincangan bahkan beberapa sampai berbaring dan demam.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah menyampaikan bahwa Kementan telah melakukan upaya pencegahan dengan tracing PMK.

Nasrullah mengungkapkan jika wabah yang menyerang ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi itu memiliki tingkat penularan mencapai 90-100 persen. Pelacakan yang telah dilakukan oleh beberapa tim menunjukkan tanda klinis konsistensi dengan tanda klinis tersebut.

Sejauh ini Pemda Jatim juga sudah menggelar rapat intensif dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Tim Kemenko Perekonomian, dan empat Bupati yang terjangkit wabah, serta kalangan akademisi dari Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) UNAIR serta institusi lain. Rakor khusus juga telah digelar guna merumuskan langkah komprehensif penghentian penularan PMK pada hewan ternak agar tidak meluas ke daerah lain, ujarnya.

Selanjutnya Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh kepala dinas lingkup pertanian provinsi dan kabupaten melalui Agricultural War Room (AWR) untuk mengambil langkah langkah yang diperlukan. Mentan meminta agar para peternak tidak panik terhadap PMK.

“Semua jajaran Kementan beserta para kepala dinas provinsi dan kabupaten termasuk Penyuluh Pertanian, turun ke lapangan secara bersama-sama untuk pastikan jika ternak kita sehat dan aman”, ujar Mentan SYL. Mentan menegaskan bahwa wabah PMK ini harus diselesaikan secara bersama sama dengan koordinasi yang baik antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten, jika perlu melibatkan Perguruan Tinggi.

Mentan SYL juga menambahkan beberapa cara pencegahan PMK, diantaranya adalah mencegah kontak antara hewan peka dan virus PMK, menghentikan produksi virus PMK oleh hewan tertular dan meningkatkan resistensi hewan dengan pengebalan terhadap hewan peka melalui vaksinasi yang bersifat darurat dan vaksinasi yang bersifat umum.

Selanjutnya lakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan, melakukan edukasi kepada peternak terkait standar operasional prosedur (SOP) pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku, menyiapkan vaksin PMK, pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten, serta pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK oleh Badan Karantina pertanian, ujarnya.

Disampaikan pula dalam hal ini Kementan melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya telah melakukan ‘dropping’ obat-obatan di Jatim dan Aceh untuk mempercepat recovery (pemulihan) bagi ternak yang terjangkit PMK sehingga nafsu makan dan kondisi Kesehatan ternak dapat cepat pulih.

Sementara, dua Laboratorium utama Kementan yakni Balai Besar Veteriner Wates dan Pusvetma Surabaya sebagai laboratorium rujukan penyakit mulut dan kuku sejak awal aktif melakukan tracing kasus ini. Kementan juga telah berkoordinasi dengan Pemda Jawa Timur untuk melakukan lockdown zona wabah.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi langkah darurat yang disiapkan untuk penanganan antara lain penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014.

Selanjutnya dilakukan pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas, penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3 s.d 10 Km dari wilayah terdampak wabah. (NF)

  • Penulis: admin

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Swasembada Pangan

      Kementan Terus Mensupport Program Peningkatan Swasembada Pangan

      • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
      • account_circle redaksi
      • 6Komentar

      JAKARTA – Di antara tujuan dari pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan untuk 273 juta jiwa penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan pengembangan SDM pertanian. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul […]

    • Biosaka

      Mengkritisi Kepopuleran Biosaka

      • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Oleh: Dr. Ir. I Wayan Suastika, M.Si Peneliti Ahli Madya Pada BRIN, OR Tanaman Pangan; Email: isuastika@yahoo.com   Pendapat dari tim Fakultas Pertanian Universitas IPB, komposisi bahan baku yang beragam dan tidak terstandar, Biosaka akan menjadi larutan yang memiliki komposisi dan kandungan bahan aktif yang bervariasi. Biosaka tidak dapat distandardisasi secara ilmiah untuk mendapatkan peran […]

    • Mengenal Hidroponik: Solusi untuk Pertanian Modern

      Rahasia Sukses Tanaman Hidroponik: Tips Ampuh untuk Merawat Tanaman Agar Tetap Hijau dan Berlimpah

      • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Tips merawat tanaman hidroponik agar tetap subur dan segar. Tanaman hidroponik telah menjadi pilihan populer di kalangan para petani urban maupun hobiis taman. Metode ini memungkinkan pertumbuhan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhannya. Tanaman hidroponik menawarkan banyak keuntungan, termasuk penggunaan air yang lebih efisien, pengendalian nutrisi yang lebih baik, dan pengurangan risiko penyakit tanah. […]

    • Nangka

      Panduan Memilih Bibit Nangka Buah yang Berkualitas

      • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      wartanionline.com – Nangka adalah salah satu buah tropis yang populer di Indonesia. Buah ini dikenal karena rasanya yang manis dan kandungan gizi yang melimpah. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam nangka, memilih bibit yang berkualitas merupakan langkah awal yang penting. Berikut panduan lengkap memilih bibit nangka buah agar tanaman Anda tumbuh sehat dan menghasilkan buah […]

    • Strategi Efisiensi Anggaran Proyek Properti 2026: Memilih Pintu Harmonika Mahkota Berkualitas sebagai Investasi Jangka Panjang

      Strategi Efisiensi Anggaran Proyek Properti 2026: Memilih Pintu Harmonika Mahkota Berkualitas sebagai Investasi Jangka Panjang

      • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Tahun 2026 membawa tantangan dan peluang baru bagi para pengembang dan manajer proyek properti. Di tengah volatilitas harga material dan kebutuhan untuk mempertahankan margin keuntungan, efisiensi anggaran proyek menjadi fokus utama. Banyak pihak sering kali melakukan kesalahan fatal dengan memangkas biaya di awal, khususnya pada material yang dianggap ‘pelengkap’ seperti penutup bangunan. Namun, sebagai seorang […]

    • Sabana Menyempit, Badak Terdesak: Dampak Krisis Iklim dan Invasi Spesies Asing

      Sabana Menyempit, Badak Terdesak: Dampak Krisis Iklim dan Invasi Spesies Asing

      • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Bentang sabana Taman Nasional Baluran yang selama ini dikenal sebagai “Afrika van Java” kini tak lagi sepenuhnya terbuka. Tanaman akasia berduri (Acacia nilotica) perlahan mengambil alih ruang hidup, menekan pertumbuhan rumput pakan banteng dan satwa herbivora lain. Invasi ini mengubah sabana yang semula lapang menjadi semak-semak rapat, menggeser keseimbangan ekosistem yang telah terbentuk […]

    expand_less