Ampas kopi juga dapat menjadi sumber nitrogen yang sangat baik untuk pengomposan.

Kandungan nitrogen dalam ampas kopi sekitar dua persen, dan dengan proporsi yang tepat, kita dapat membuat kompos yang berkualitas.

Jika kita memutuskan untuk menggunakan ampas kopi sebagai pupuk, penting untuk memperhatikan teknik penyiraman yang tepat.

Tanah harus dijaga agar tidak terlalu lembab untuk mencegah pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Selain itu, ampas kopi juga memiliki manfaat dalam pembuatan kompos.

Kompos adalah pupuk organik yang sangat efektif untuk tanaman.

Menurut Cubian, ampas kopi dapat ditambahkan ke dalam tumpukan kompos untuk mempercepat proses pematangan kompos.

Ampas kopi berperan sebagai sumber nitrogen dalam kompos dan memulai reaksi eksotermik di dalam tumpukan kompos, yang menghasilkan panas dan dengan demikian mematangkan kompos lebih cepat.

Selain sebagai pupuk dan bahan kompos, ampas kopi juga dapat digunakan sebagai mulsa.

Mulsa dari ampas kopi dapat membantu mencegah kekeringan tanah, melindungi tanaman dari hama, dan meningkatkan kualitas tanah.