Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Realisasi Program CSA di Daerah
- account_circle redaksi
- calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
- print Cetak

Kepala Pusat Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya saat menghadiri Farm Field Day (FFF) CSA SIMURP Scalling Up di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (8/8). Sumber: Humas Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBON – Fenomena climate change dan El Nino masih menjadi topik hangat di Indonesia. Langkah-langkah strategispun terus dilakukan oleh Kememterian Pertanian (Kementan) untuk menghadapi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus sampai September nanti. Diantaranya dengan mempersiapkan berbagai upaya antisipasi adaptasi dan mitigasi El Nino di sektor pertanian yang siap dilaksanakan setiap daerah. Kementan juga terus mendorong dan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan.
Program Climate Change Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Proyek (SIMURP) menjadi salah satu jawaban terhadap perubahan iklim, terutama kondisi El Nino yang terjadi saat ini. Karena itu, petani harus melanjutkan teknologi yang diterapkan, meski program tersebut akan berakhir pada 2024 mendatang.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini tantangan pembangunan pertanian sangatlah besar. Selain, adanya perubahan iklim atau climate change, juga terjadi degradasi lahan, sarana produksi terbatas, khusus pupuk kimia kian mahal, produksi juga tidak efisien dengan penurunan produktivitas lahan.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar