Maka diperlukan berbagai terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin langka, diantaranya melalui pemakaian pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah serta implementasi pemupukan berimbang. Di sisi lain, Pupuk organik dapat dihasilkan dari integrated farming antara peternakan dan budidaya pertanian
“Karena itu, integrasi pertanian dan peternakan perlu diperkenalkan dan diterapkan lebih luas melalui diseminasi kepada petani. Diseminasi konsep ini dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan pertanian. Sebagai tahap awal untuk mencetak SDM pelaku diseminasi,” tuturnya.
Prof Dedi menambahkan, Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, tanggal 08 – 10 Desember 2022 secara offline di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, dan Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku dan secara online serentak di UPT Pelatihan dan Pendidikan lingkup BPPSDMP, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan melibatkan widyaiswara , dosen, guru dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
6 Komentar