Implementasi Teknologi Smart Farming dan Green House, Presiden IFAD Puji Kesuksesan Pertanian Indonesia
- account_circle redaksi
- calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
- print Cetak

Presiden IFAD Alvaro Lario saat berkunjung ke Grnd Sakina Farm Subang bersama petani penerima manfaat dari Program Yess.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Adalah Muhammad Adimas Wibisana, petani milenial kabupaten Subang yang sukses mengembangkan pertanian dengan Technology Smart Farming.
Secara umum, Adimas menjelaskan, sistem berkebun dengan Technology Smart Farming dan Green House ini akan memangkas anggaran, tenaga perawatan dan hasil panen lebih bagus.
“Misalnya pengairan dan pemupukan sudah bisa otomatis, jadi kita gak perlu repot. Kita tinggal setting waktunya jam berapa, kepekatan pupuknya berapa, kita tinggal setting. Kita kendalikan dengan aplikasi dari gadget,” kata Adimas.
Sistem seperti ini, kata Adimas masih jarang digunakan di Indonesia. Di Subang Kota sendiri, jelasnya, baru diterapkan di Grand Sakina Farm yang dikelolanya.
Muhammad Adimas Wibisana merupakan salah satu penerima manfaat dari program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang menggeluti sektor pertanian sejak setahun lalu.
Sebelumnya dia berkiprah di dunia usaha jual beli alat kesehatan. Saat pandemi Covid-19 menyerang, Adimas banting setir melanjutkan usaha ayahnya mengelola perkebunan di Area Grand Sakina Subang.
- Penulis: redaksi




