“Di Kementan, yang pertama memang harus membangun konsepsi dalam 5 tahun ini harus 2,5 juta petani milenial yang sudah masuk di Kementan. Yang kita lakukan sekarang sudah 1 juta lebih, semua yang sudah dilatih,” ujar Mentan.

Hanya saja, kata Syahrul, Kementan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan butuh dukungan dari berbagai pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan 2,5 juta petani millenial  tersebut adalah Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

Program ini merupakan kerjasama antara Kementan dalam hal ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dikhususkan bagi pemuda dipedesaan untuk  meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan mereka di bidang pertanian. Sekitar US$ 55,3 juta dollar digelontorkan IFAD bagi Program YESS selama enam tahun berjalan [2019- 2025]

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan ada dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS.