Penurunan luas panen secara langsung berimbas pada produksi beras, yang turun menjadi 30,9 juta ton dari 31,54 juta ton. Akibatnya, defisit neraca beras semakin melebar, dengan konsumsi beras nasional yang diperkirakan mencapai 35,3 juta ton per tahun. Situasi ini semakin diperburuk oleh kebijakan yang bertujuan menutupi defisit beras, namun malah memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Berkurangnya pasokan telah mendorong harga beras naik dalam beberapa bulan terakhir, menciptakan tekanan ekonomi bagi petani dan memicu potensi kelangkaan beras karena penahanan pasokan oleh industri penggilingan padi dan pedagang.
Penelitian dari Direktorat Informasi dan Data Auriga Nusantara, melalui Andhika Younastya, menunjukkan bahwa krisis beras merupakan bagian dari masalah yang lebih besar terkait ketidakseimbangan dalam pengembangan lahan pertanian. Data dari MapBiomas Indonesia menunjukkan bahwa, meskipun luas lahan pertanian di Indonesia meningkat menjadi 47,79 juta hektare pada tahun 2022 dari 38,5 juta hektare pada tahun 2000, pertambahan tersebut didominasi oleh lahan perkebunan sawit, bukan tanaman pangan.
1 Komentar