Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Mengenal Kultur Jaringan Tanaman, Manfaat dan Tujuannya

Mengenal Kultur Jaringan Tanaman, Manfaat dan Tujuannya

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Senin, 19 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tumbuhan secara vegetatif dengan cara memanipulasi jaringan somatik dengan menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro.

Berbeda dengan teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan ini dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.

Sehingga, teknik ini sering kali disebut dengan kultur in vitro. In vitro ini dari bahasa Latin yang berarti di dalam kaca, karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.

Tujuan utama dari teknik kultur jaringan ini adalah untuk memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan bagian vegetatif tanaman. Berikut ini tujuan lainnya dari teknik ini, yaitu:

  • Untuk menyediakan bibit tanaman yang memiliki sifat identik dengan induknya.
  • Bibit tanaman ini dapat diperoleh dengan waktu yang relatif lebih singkat dan dengan jumlahnya yang lebih banyak.
  • Untuk dapat melestarikan tanaman langka, karena dengan teknik ini sangat diharapkan dapat menumbuhkan tanaman yang langka tersebut lalu dibudidayakan kembali. Sehingga, kelestarian dari tanaman tersebut dapat terjaga.
  • Menyediakan tanaman yang sifatnya unggul, dengan melalui teknik ini kita dapat memilih kualitas tanaman seperti apa yang akan diperbanyak.

Apa manfaat dari teknik perkembangbiakan tanaman ini? Berikut ini beberapa manfaat dari perkembangbiakan dengan teknik ini, yaitu:

  • Bisa menghasilkan tanaman baru dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang cukup relatif singkat.
  • Dapat menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifat fisiologi dan morfologi yang sama persis dengan induknya.
  • Dapat menghasilkan tanaman yang bersifat unggul.
  • Dapat menghasilkan tanaman baru dengan jumlahnya bisa tidak terbatas.
  • Dapat membuat bibit tanaman terhindar dari hama penyebab penyakit.
  • Teknik ini dapat menghemat waktu perkembangbiakan.
  • Bisa membuat pengadaan bibit yang tidak tergantung pada musim tanam.

Teori yang menjadi dasar dari teknik kultur jaringan adalah teori totipotensi sel, yang ditulis oleh Schleiden dan Schwann.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (3)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Tingkatkan Peran Penyuluh dan Petani, Kementan Yakin Produktivitas Meningkat Pesat

      Tingkatkan Peran Penyuluh dan Petani, Kementan Yakin Produktivitas Meningkat Pesat

      • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa program pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah. Mentan Amran berharap pada musim tanam pertama ini sukses meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Untuk mewujudkan semua itu […]

    • 5 Tanaman Hias yang Cocok untuk di Teras Rumah

      5 Tanaman Hias yang Cocok untuk di Teras Rumah

      • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Teras rumah merupakan area luar ruangan yang sering digunakan untuk bersantai dan menikmati udara segar. Menambahkan tanaman hias di teras dapat membuat suasana semakin indah dan asri. Berikut 5 tanaman hias yang cocok untuk di teras rumah: 1. Aglaonema Aglaonema, atau sri rejeki, merupakan tanaman hias yang populer dengan daunnya yang berwarna-warni dan perawatannya yang […]

    • Hadiri GFFA Berlin 2024, Wamentan Harvick Harap RI Berkontribusi Bagi Ketahanan Pangan Global

      Hadiri GFFA Berlin 2024, Wamentan Harvick Harap RI Berkontribusi Bagi Ketahanan Pangan Global

      • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      BERLIN – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi menghadiri Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) 2024 di Berlin, Jerman, Sabtu (20/1/2024). Pada GFFA 2024 ini, sekitar 2.000 tamu internasional mendiskusikan sistem pangan global masa depan dan bagaimana berkolaborasi lebih erat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Agenda 2030 dan untuk mewujudkan hak asasi […]

    • Mentan Apresiasi Antusias Tinggi Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 3 2022

      Mentan Apresiasi Antusias Tinggi Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 3 2022

      • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
      • account_circle admin
      • 0Komentar

      CIAWI – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, (SYL), membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume Tiga 2022 secara virtual, Selasa (24/5). Dalam kesempatan tersebut, SYL mengapresiasi tingginya minat peserta yang mencapai 1 juta 700 lebih, di event dengan tajuk Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Agribisnis tersebut. Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para […]

    • Pupuk Tanaman dari Bahan Alami

      Pupuk Tanaman dari Bahan Alami, Pasti Ramah Lingkungan

      • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 5Komentar

      Pupuk tanaman bisa juga berasal dari bahan alami yang sering kita hasilkan dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan alami yang dapat kamu aplikasikan sebagai pupuk kompos ini akan bermanfaat bagi tanaman untuk tumbuh subur dan sehat. Inilah lima bahan alami yang bisa kamu gunakan sebagai pupuk tanaman, yaitu: Ampas kopi Buat kamu yang hobi […]

    • Tanaman Cabai

      Mengenal Penyakit Layu pada Tanaman Cabai dan Cara Mengatasinya

      • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      wartanionline.com – Tanaman cabai termasuk dalam genus Capsicum, dan bagian yang dimanfaatkan biasanya adalah buahnya. Cabai bisa digunakan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung cara pengolahannya. Karena memiliki nilai jual yang tinggi, cabai menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani. Selain sebagai penguat rasa, cabai juga memiliki manfaat kesehatan. Namun, tanaman ini cukup […]

    expand_less