Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Untuk mengetahui lebih jelasnya perbedaan dari keduanya ini, lihat tabel berikut ini:

Aspek Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
Teknik Fermentasi dan tanpa rekayasa genetika Rekayasa genetika dan juga teknologi reproduksi.
Penerapannya pada makhluk hidup Menggunakan makhluk hidup secara utuh dan langsung Menggunakan hanya sebagian bagian saja
Keahlian Membutuhkan keahlian khusus, hanya saja levelnya masih ringan dan masih bisa dipelajari secara autodidak Lebih membutuhkan seorang ahli yang memang kompeten di bidang ilmu Bioteknologi
Skala produksi dan biaya Skala produksinya masih relatif sedikit dan lebih terjangkau harganya Biasanya diproduksi sudah dalam jumlah banyak dan harganya lebih mahal
Alat dan proses Masih menggunakan alat yang sederhana Sudah menggunakan alat mutakhir dan sudah canggih
Contoh Mulai dari roti, tape, soju, alkohol, kecap, yogurt dan tempe Mulai dari tumbuhan transgenik, rekayasa jaringan, sel punca, kloning DNA, prodil DNA hingga analisis genom.
  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • La Niña: Tantangan Besar dan Dampak Buruk bagi Petani

      Menghadapi La Niña: Tantangan Besar dan Dampak Buruk bagi Petani

      • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – La Niña, salah satu fenomena iklim global yang terjadi akibat pendinginan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik, sering kali membawa dampak signifikan terhadap cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bagi para petani, kehadiran La Niña tidak jarang menjadi ancaman serius yang dapat mempengaruhi produksi pertanian secara keseluruhan. La Niña biasanya menyebabkan curah […]

    • Pertanian Presisi 4.0: Inovasi AI, IoT, dan Drone Mengubah Cara Bertani

      Pertanian Presisi 4.0: Inovasi AI, IoT, dan Drone Mengubah Cara Bertani

      • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Drone memberikan pandangan udara yang komprehensif dan dapat dilengkapi dengan berbagai sensor untuk mengumpulkan data visual dan spektral. Dengan menggunakan drone, petani dapat memetakan lahan, mendeteksi masalah kesehatan tanaman, dan bahkan menyemprotkan pestisida atau pupuk dengan presisi tinggi. Kemampuan drone untuk menjangkau area yang sulit dijangkau serta mengumpulkan data secara menyeluruh mempercepat proses evaluasi dan […]

    • FHIL UHO Melaksanakan Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Internasional Bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia di Bumi Anoa Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia

      FHIL UHO Melaksanakan Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Internasional Bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia di Bumi Anoa Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia

      • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      wartanionline.com, Kendari 2025 – Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (FHIL UHO) melakukan kerjasama kegiatan penelitian dan pengabdian internasional dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan Adalah program pengabdian masyarakat Internasional bertajuk Enhancing the Economic Value of the Community Forest di Desa Andalambe, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, […]

    • Pertanian Ramah Lingkungan

      Kementan Optimalkan Program Kestabilan Alam Melalui Pertanian Ramah Lingkungan

      • calendar_month Jumat, 17 Feb 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      “Ini sangat mendukung Program Genta Organik”, ujar Bustanul pada saat membuka Pertemuan Koordinasi Simurp Kelompok A dan B Tahun 2023 di Surabaya (17/02). Bustanul menambahkan, penguatan Genta Organik, selain melalui Sekolah Lapang (SL), juga melalui Bimtek pembuatan pupuk organik yang bahannya bisa digunakan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Selain itu juga penggunaan Rumah Burung Hantu (Rubuha) […]

    • Tanaman orok-orok

      Mengenal Orok-Orok atau Sun Hemp, Dikenal Sebagai Tanaman Pengganti Pupuk Hijau yang Ramah Lingkungan

      • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan dosis yang tepat untuk memperoleh manfaat maksimal bagi tanaman dan tanah.

    • Milenial

      Resmi Ditutup, Kementan Sebut Petani Milenial Curi Perhatian di PENAS XVI

      • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      “Semua kegiatan PENAS menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian pangan. Demi upaya kita mencapai tujuan bagi Indonesia menjadi lumbung pangan pada tahun 2045,” imbuh Mahyeldi. Selain itu, Ia menyebut PENAS XVI banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama Padang. Lahan Lanud Sutan Syahrir sebelumnya terlantar dan tidak dimanfaatkan. Tapi dengan menjadi proyek percontohan bagi berbagai […]

    expand_less