Pengendalian secara biologis dengan menggunakan musuh alami hama, seperti parasitoid, predator, atau patogen, merupakan cara yang ramah lingkungan.

Penggunaan pestisida nabati yang berasal dari tanaman seperti neem atau bawang putih juga dapat menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih aman.

Ketika hama dan penyakit sudah terlanjur menyerang, pengendalian secara kimiawi mungkin diperlukan.

Namun, penggunaan pestisida harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dosis yang direkomendasikan untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Terakhir, petani harus terus memantau perkembangan hama dan penyakit serta cuaca yang dapat mempengaruhi penyebarannya.

Melakukan inspeksi rutin dan mencatat setiap perubahan yang terjadi di lahan akan membantu petani dalam mengambil tindakan pengendalian yang tepat dan cepat.

Dengan menerapkan strategi pengelolaan hama dan penyakit yang komprehensif, petani jagung dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga pada ketersediaan jagung sebagai sumber pangan yang penting bagi masyarakat.***