Berikutnya, kata SYL, setelah menggunakan KUR, para peserta pelatihan  harus diberi fokus dan target. Apalagi pemerintah sudah menyiapkan sarana dan prasarananya seperti teknologi mekanisasi dan bibit unggul.

“Di dalam pelatihan itu harus ada fokus, dan di sana harus ada target. Pengolahan tanah itu harus ada persiapan bibit ada persemaian ada penanaman. Jadi anak anak kita itu tidak berhenti sampai pelatihan tapi harus sampai berhasil,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelatihan ini melibatkan 105 peserta yang terdiri dari berbagai lapisan. Namun jika ditotal dengan pelatihan di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai 21.533 peserta dengan metode offline di masing-masing UPT.

“Tujuan dari traning ini adalah untuk dalam menguatkan implementasi program utama Kementerian Pertanian yaitu digitalisasi pertanian khususnya presisi farming dan mampu mendongkrak perbaikan kualitas produk pertanian kita serta menjamin kontinuitas pertanian melalui inovasi teknologi yang relatif murah dan sederhana,” katanya.