wartanionline.com – Pakan fermentasi semakin diminati oleh peternak ayam skala rumahan hingga kecil. Salah satu yang banyak diterapkan adalah fermentasi dedak padi, karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pakan harian sekaligus menekan biaya produksi. Cara membuat fermentasi dedak untuk ayam pun relatif mudah dan dapat dipraktikkan di lingkungan rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Melalui proses fermentasi, dedak padi yang sebelumnya memiliki keterbatasan nutrisi dapat diubah menjadi pakan bernilai gizi lebih tinggi. Aktivitas mikroorganisme baik dalam fermentasi membantu memaksimalkan pemanfaatan nutrisi, sehingga mendukung pertumbuhan ayam yang lebih optimal.

Pemahaman tentang cara membuat fermentasi dedak untuk ayam menjadi penting bagi peternak dalam menjaga efisiensi usaha. Selain ekonomis, pakan fermentasi juga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan ayam dan cocok diterapkan pada berbagai jenis usaha peternakan unggas. Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (2/2/2026).

Apa Itu Fermentasi Dedak?

Fermentasi dedak merupakan proses pengolahan dedak padi dengan bantuan mikroorganisme seperti Rhizopus oligosporus dan Aspergillus oryzae. Mikroorganisme ini berfungsi meningkatkan kecernaan pakan sekaligus mengurangi zat antinutrisi yang terdapat pada dedak mentah.

Dalam proses fermentasi, dedak dicampur dengan bahan tertentu lalu didiamkan selama beberapa hari hingga terjadi reaksi biologis alami. Mikroorganisme akan menguraikan serat kasar dan senyawa kompleks, sehingga kandungan nutrisi dedak menjadi lebih mudah diserap oleh ayam.

Dedak hasil fermentasi umumnya memiliki aroma segar khas fermentasi, tekstur lebih lembut, serta nilai gizi dan daya cerna yang lebih tinggi. Selain itu, proses fermentasi juga menekan pertumbuhan mikroba merugikan, sehingga pakan lebih aman dikonsumsi ternak.

Tak heran, fermentasi dedak banyak dimanfaatkan peternak sebagai solusi pakan alternatif yang ekonomis, terutama pada peternakan ayam rumahan dan skala kecil.

Bahan dan Cara Membuat Fermentasi Dedak untuk Ayam

1. Fermentasi Dedak Menggunakan EM4

Metode ini paling umum digunakan karena praktis dan cocok bagi pemula. EM4 mengandung mikroorganisme efektif yang mempercepat fermentasi dan meningkatkan kualitas nutrisi dedak.

Bahan:

  • Dedak padi

  • Air bersih

  • EM4 peternakan

  • Gula pasir atau air tebu

Cara membuat:
Dedak padi disiapkan di atas alas bersih. EM4 dan gula dilarutkan ke dalam air, lalu disiramkan ke dedak secara perlahan sambil diaduk hingga merata. Setelah lembap, dedak dimasukkan ke dalam wadah tertutup, dipadatkan, dan difermentasi selama 3–5 hari.

2. Fermentasi Dedak Menggunakan Ragi Tape

Ragi tape mengandung jamur dan bakteri baik yang mampu membantu menguraikan serat dedak.

Bahan:

  • Dedak padi

  • Ragi tape

  • Air bersih

  • Gula pasir

Cara membuat:
Ragi tape dihancurkan lalu dilarutkan dalam air dan gula. Larutan disiramkan ke dedak sambil diaduk rata, kemudian difermentasi dalam wadah tertutup hingga muncul aroma fermentasi segar.

3. Fermentasi Dedak Menggunakan Air Cucian Beras

Metode ini memanfaatkan bahan alami dari rumah tanpa membeli aktivator khusus.

Bahan:

  • Dedak padi

  • Air cucian beras

  • Gula merah atau gula pasir

Cara membuat:
Air cucian beras dicampur gula dan didiamkan semalaman. Larutan tersebut kemudian disiramkan ke dedak, diaduk rata, dan difermentasi selama 3–5 hari.

4. Fermentasi Dedak Campur Kulit Padi

Cara ini memanfaatkan limbah pertanian untuk menambah volume pakan.

Bahan:

  • Dedak padi

  • Kulit padi halus

  • Air bersih

  • EM4 atau ragi

Cara membuat:
Dedak dan kulit padi dicampur, lalu disiram larutan fermentasi. Campuran difermentasi hingga terjadi perubahan aroma dan tekstur.

5. Fermentasi Dedak Kering (Semi Fermentasi)

Metode ini menghasilkan dedak fermentasi yang tidak terlalu basah dan praktis untuk penyimpanan jangka pendek.

Bahan:

  • Dedak padi

  • EM4

  • Air secukupnya

Cara membuat:
Larutan EM4 disemprotkan tipis ke dedak hingga lembap. Dedak kemudian ditutup rapat dan difermentasi selama 2–3 hari.

Tips Penting Saat Fermentasi Dedak

Gunakan dedak yang masih segar dan tidak berjamur. Pastikan kadar air tidak berlebihan, idealnya 20–40 persen. Larutan fermentasi harus tercampur merata dan difermentasi dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk. Dedak fermentasi yang baik memiliki aroma asam segar dan tekstur lembut. Jika berbau busuk atau berlendir, sebaiknya tidak digunakan.

FAQ Seputar Fermentasi Dedak

Apa manfaat utama fermentasi dedak untuk ayam?
Fermentasi meningkatkan kandungan nutrisi, memperbaiki daya cerna, memperkuat daya tahan tubuh ayam, serta menekan biaya pakan.

Bahan apa saja yang dibutuhkan?
Dedak padi, EM4 atau ragi, sumber gula, dan air bersih.

Berapa lama proses fermentasi?
Umumnya berlangsung 2–5 hari tergantung metode dan kondisi lingkungan.

Bagaimana tanda fermentasi berhasil?
Ditandai aroma asam segar tanpa bau busuk.

Apakah fermentasi dedak menghemat biaya?
Ya, karena memanfaatkan bahan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial.