Panduan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, dari Persiapan hingga Panen dalam 90 Hari
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi kolam ikan lele. (SHUTTERSTOCK/DENTJES)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Budidaya ikan lele menjadi salah satu usaha perikanan yang terus diminati karena memiliki pasar yang luas dan permintaan yang tinggi. Selain mudah dipasarkan, ikan lele juga memiliki masa panen yang relatif singkat sehingga berpotensi memberikan keuntungan bagi para pembudidaya.
Saat ini, budidaya lele tidak lagi harus menggunakan kolam tanah yang membutuhkan lahan luas. Salah satu metode yang semakin populer adalah menggunakan kolam terpal. Metode ini dinilai lebih praktis, ekonomis, dan cocok diterapkan di pekarangan rumah maupun lahan yang terbatas.
Berdasarkan informasi dari Cybex Kementerian Pertanian RI, berikut langkah-langkah budidaya ikan lele di kolam terpal beserta hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar hasil panen lebih optimal.
1. Persiapan Kolam Terpal
Sebelum digunakan, terpal harus dicuci menggunakan sabun untuk menghilangkan sisa bahan kimia dari proses produksi. Setelah itu, bilas hingga benar-benar bersih dan keringkan.
Selanjutnya, bentangkan terpal dan pasang pada kerangka yang terbuat dari kayu atau bambu yang kokoh sehingga mampu menopang bentuk kolam dengan baik.
2. Pengisian dan Pengondisian Air
Isi kolam dengan air setinggi 20–30 sentimeter. Setelah itu, diamkan air selama 7–10 hari hingga mulai muncul lumut yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem kolam.
Untuk membantu pertumbuhan pakan alami, pembudidaya juga dapat menambahkan kotoran sapi kering ke dalam kolam sebelum benih ditebar.
3. Memilih Benih Lele Berkualitas
Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang digunakan. Pilih benih yang sehat dengan ciri-ciri bergerak lincah, responsif saat diberi pakan, serta memiliki warna tubuh yang cerah.
Benih yang berkualitas akan memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat.
4. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebar, lakukan penyortiran berdasarkan ukuran. Pisahkan benih berukuran besar dan kecil untuk mengurangi risiko kanibalisme, yaitu perilaku lele yang memangsa ikan berukuran lebih kecil.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada malam hari karena suhu air lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat stres pada ikan.
Perawatan Selama Masa Pemeliharaan
Selain persiapan awal, perawatan harian menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya ikan lele.
Penyortiran Berkala
Saat ikan berusia sekitar 20 hari, lakukan penyortiran kembali untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran. Langkah ini membantu pertumbuhan yang lebih merata sekaligus mengurangi risiko kanibalisme.
Menjaga Kualitas Air
Air kolam yang baik umumnya berwarna kehijauan. Kondisi tersebut menunjukkan ekosistem kolam berjalan dengan baik. Meski lele dikenal mampu hidup di air yang keruh atau berlumpur, kualitas air tetap perlu dipantau agar pertumbuhan ikan tetap optimal.
Mengatur Ketinggian Air
Ketinggian air harus disesuaikan dengan pertumbuhan ikan. Pengaturan yang dianjurkan meliputi:
- Bulan pertama: sekitar 20 cm.
- Bulan kedua: sekitar 40 cm.
- Bulan ketiga: sekitar 80 cm.
Penyesuaian ini memberikan ruang gerak yang cukup bagi ikan seiring pertumbuhannya.
Pemberian Pakan
Lele sebaiknya diberi makan secara teratur sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pukul:
- 07.00 pagi
- 17.00 sore
- 22.00 malam
Pakan yang direkomendasikan adalah pakan sentrat tipe 781-1 yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan lele pada masa pembesaran.
Masa Panen
Dengan perawatan yang baik, ikan lele umumnya siap dipanen pada usia sekitar 90 hari.
Saat proses panen berlangsung, gunakan peralatan yang aman seperti sarung tangan, jaring, dan serokan berukuran besar. Penggunaan alat yang tepat akan memudahkan proses pemindahan ikan sekaligus membantu menjaga kualitas dan tekstur daging agar tetap baik hingga dipasarkan.
Penutup
Budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal merupakan alternatif yang praktis dan efisien bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Dengan melakukan persiapan kolam yang benar, memilih benih unggul, menjaga kualitas air, serta memberikan pakan secara teratur, peluang memperoleh hasil panen yang optimal akan semakin besar. Metode ini juga menjadi pilihan yang menjanjikan bagi siapa saja yang ingin memulai usaha di sektor perikanan dengan modal yang relatif terjangkau.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar