Strategi Percepatan Tanam Sumsel Dongkrak Produksi Padi 2,88 Juta Ton
- account_circle Admin
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) optimistis produksi padi daerah akan mencapai 2,885 juta ton gabah kering giling (GKG) hingga Agustus 2026. Proyeksi tersebut tetap dipertahankan meskipun fenomena El Nino diperkirakan menguat dan berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah.
Optimisme itu didasarkan pada keberhasilan strategi percepatan tanam yang telah diterapkan sejak April 2026. Langkah tersebut memungkinkan sebagian besar areal persawahan dipanen lebih awal sebelum dampak kekeringan akibat El Nino mencapai puncaknya.
Dinas Pertanian Sumsel menilai strategi tersebut efektif menjaga produktivitas padi sekaligus meminimalkan risiko penurunan hasil panen. Hingga memasuki Agustus, belum terdapat gangguan signifikan terhadap produksi di sentra-sentra pertanian.
“Kami telah mengantisipasi potensi El Nino dengan mempercepat jadwal tanam sehingga sebagian besar lahan sudah memasuki masa panen sebelum musim kemarau berlangsung penuh,” demikian keterangan Dinas Pertanian Sumsel.
Berdasarkan prognosa produksi, capaian hingga Agustus 2026 diperkirakan meningkat sekitar 108 ribu ton GKG dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,77 juta ton GKG. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga ketersediaan pangan di Sumatera Selatan sekaligus mendukung pasokan beras nasional.
Keberhasilan mempertahankan tren produksi juga didukung oleh karakteristik lahan pertanian Sumsel yang beragam. Provinsi ini memiliki lahan irigasi, lebak, pasang surut, dan lahan kering yang memungkinkan petani menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi wilayah serta perubahan cuaca.
Selain mengoptimalkan pola tanam, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca, ketersediaan air irigasi, dan potensi serangan organisme pengganggu tanaman selama musim kemarau. Pendampingan kepada petani juga diperkuat agar produktivitas tetap terjaga hingga akhir musim tanam.
Dinas Pertanian Sumsel menegaskan bahwa mitigasi dampak El Nino menjadi salah satu prioritas utama tahun ini. Berbagai langkah antisipatif terus dilakukan, mulai dari pengaturan jadwal tanam, optimalisasi jaringan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi untuk mengurangi risiko gagal panen.
Dengan proyeksi produksi mencapai 2,885 juta ton GKG, Sumatera Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pemerintah daerah berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan beras, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim global.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar