Sumsel Terapkan Sistem PM-AAS, Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton
- account_circle redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara resmi menginisiasi pengembangan dan penerapan sistem pertanian modern yang dikenal sebagai Program Petani Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Langkah strategis ini mulai digencarkan pada Agustus 2026 sebagai upaya nyata dalam melakukan transformasi sektor pertanian di tanah air. Implementasi sistem ini tidak hanya berfokus di wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga telah menunjukkan keberhasilan signifikan di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu lokasi percontohan nasional dalam penerapan teknologi budidaya padi terkini.
Penerapan sistem ini menjadi sangat krusial karena bertujuan untuk mendongkrak produktivitas lahan padi secara signifikan guna mendukung target swasembada pangan nasional. Melalui integrasi teknologi yang komprehensif, sistem ini mampu meningkatkan hasil panen hingga mencapai 10 ton per hektare, sebuah angka yang jauh melampaui rata-rata produktivitas konvensional yang biasanya hanya berkisar 5 hingga 6 ton per hektare. Dampak positif dari modernisasi pertanian ini diharapkan tidak hanya dirasakan melalui peningkatan volume produksi gabah nasional, tetapi juga melalui efisiensi biaya produksi serta peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar