Polri dan Petani Kolaborasi Perluas Lahan Bawang Putih demi Swasembada
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Upaya memperkuat produksi bawang putih dalam negeri terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman bawang putih serentak pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, dan diikuti oleh jajaran kepolisian serta kelompok tani di berbagai daerah. Salah satu wilayah yang turut melaksanakan kegiatan tersebut adalah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan Polri dan berbagai pihak dalam mendorong peningkatan produksi bawang putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program penanaman serentak menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi pertanian di daerah. Keterlibatan aparat kepolisian diharapkan dapat membantu menggerakkan kelompok tani sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan.
Rajiv menilai dukungan jajaran Polri, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mendukung agenda swasembada pangan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang ditanami, tetapi juga keberlanjutan produksi. Pendampingan kepada petani, ketersediaan sarana produksi, hingga penyerapan hasil panen menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Pemerintah daerah juga memiliki peran dalam memastikan tersedianya infrastruktur dan dukungan yang dibutuhkan petani. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kendala selama proses budidaya dapat lebih cepat ditangani.
Peningkatan produksi bawang putih membutuhkan optimalisasi lahan sekaligus penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi setiap wilayah. Karena itu, petani perlu mendapatkan pendampingan teknis agar produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan.
Di Lahat, penanaman bawang putih menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan untuk mendukung target produksi nasional. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi pengembangan bawang putih tidak hanya berada di satu wilayah.
Optimalisasi lahan juga perlu diikuti dengan pengelolaan usaha tani yang efisien. Ketersediaan benih berkualitas, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu, serta akses pasar menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan produksi.
Program penanaman serentak diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas hortikultura di daerah.
Bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang selama ini masih menghadapi tantangan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian pangan.
Produksi domestik yang meningkat secara konsisten dapat membantu memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor secara bertahap.
Namun, peningkatan produksi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan petani memiliki kepastian usaha, mulai dari tahap budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Keberhasilan program juga sangat bergantung pada kesinambungan pendampingan setelah penanaman. Pemantauan pertumbuhan tanaman hingga masa panen diperlukan agar target produksi dapat tercapai secara optimal.
Keterlibatan Polri, pemerintah daerah, DPR, dan kelompok tani menunjukkan bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan komoditas strategis sekaligus memperkuat sektor pertanian di tingkat daerah.
Pemanfaatan lahan produktif, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan rantai pasok menjadi langkah yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui penanaman bawang putih secara serentak, pemerintah berharap produksi nasional terus meningkat dan ketergantungan terhadap pasokan impor dapat ditekan.
Program tersebut pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan peningkatan luas tanam, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem pertanian yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan memperkuat ketersediaan pangan nasional.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar