Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hortikultura » Fakta Baru! Tanaman Bisa Beradaptasi Cepat, Namun Terancam Perubahan Iklim Ekstrem

Fakta Baru! Tanaman Bisa Beradaptasi Cepat, Namun Terancam Perubahan Iklim Ekstrem

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science mengungkap bahwa tumbuhan memiliki kemampuan berevolusi jauh lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan. Namun, kemampuan tersebut ternyata memiliki batas terutama ketika dihadapkan pada kondisi panas ekstrem akibat perubahan iklim.

Penelitian ini dipimpin oleh Moisés Expósito-Alonso dari University of California, Berkeley bersama tim ilmuwan internasional. Mereka ingin menjawab pertanyaan penting: apakah tumbuhan mampu beradaptasi cukup cepat untuk mengikuti laju perubahan iklim global?

Studi Global: Mengamati Evolusi Secara Langsung

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti membangun jaringan eksperimen global bernama GrENE. Mereka menanam tanaman model Arabidopsis thaliana di 30 lokasi berbeda di dunia, termasuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara.

Di setiap lokasi, tanaman ditanam dalam kondisi lingkungan alami tanpa perlakuan khusus. Pendekatan ini memungkinkan ilmuwan mengamati proses evolusi secara langsung (real-time) di berbagai kondisi iklim yang sangat beragam.

Arabidopsis thaliana dipilih karena memiliki siklus hidup yang cepat dan struktur genetik yang sederhana, sehingga sangat ideal untuk penelitian evolusi.

Keragaman Genetik Jadi Kunci Adaptasi

Dalam eksperimen ini, peneliti menggunakan 231 varietas alami Arabidopsis. Semua benih dicampur dan ditanam bersama untuk menciptakan populasi dengan keragaman genetik tinggi.

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Tanaman mampu mengubah susunan genetiknya hanya dalam beberapa tahun.
  • Perubahan tersebut tidak terjadi secara acak, melainkan mengikuti pola tertentu yang berkaitan erat dengan kondisi iklim setempat.

Keragaman genetik ini menjadi faktor penting karena memberi peluang lebih besar bagi tanaman untuk beradaptasi terhadap lingkungan.

Batas Adaptasi: Panas Ekstrem Jadi Ancaman

Meski menunjukkan kemampuan adaptasi yang mengesankan, penelitian ini juga menemukan batas kritis. Di wilayah dengan suhu sangat tinggi, banyak populasi tanaman gagal bertahan.

Alih-alih mengalami evolusi yang terarah dan menguntungkan, tanaman di lingkungan ekstrem justru menunjukkan perubahan genetik yang tidak teratur. Akibatnya, populasi tersebut mengalami penurunan drastis bahkan punah.

Menurut Expósito-Alonso:

“Di lingkungan yang paling panas yang mencerminkan kondisi masa depan akibat pemanasan global hanya populasi dengan evolusi yang teratur yang mampu bertahan. Sementara yang mengalami perubahan genetik kacau cenderung punah.”

Populasi Kecil, Risiko Lebih Besar

Penelitian juga menemukan bahwa kondisi lingkungan yang keras menyebabkan ukuran populasi menyusut. Populasi kecil memiliki keragaman genetik lebih rendah, sehingga:

  • Kemampuan beradaptasi menurun
  • Risiko kepunahan meningkat

Adaptasi Lokal dan Tantangan Perubahan Iklim

Studi ini menguatkan konsep “adaptasi lokal,” yaitu bahwa tanaman cenderung tumbuh paling baik di lingkungan yang mirip dengan habitat asalnya.

Contohnya:

  • Tanaman dari daerah hangat lebih tahan di iklim panas
  • Tanaman dari daerah sejuk kesulitan di lingkungan panas

Namun ada temuan yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa tanaman dari daerah panas justru tumbuh lebih baik di kondisi yang sedikit lebih sejuk. Ini mengindikasikan bahwa perubahan iklim mungkin sudah melampaui kemampuan adaptasi alami tanaman tersebut.

Implikasi untuk Konservasi

Temuan ini memiliki dampak besar bagi upaya pelestarian lingkungan. Dengan memahami bagaimana tanaman berevolusi dalam berbagai kondisi, ilmuwan dapat:

  • Memprediksi spesies mana yang berpotensi bertahan di masa depan
  • Menentukan strategi konservasi yang lebih efektif
  • Melindungi spesies yang rentan terhadap perubahan iklim

Seperti disampaikan Expósito-Alonso, penelitian ini memberi dasar ilmiah untuk memperkirakan masa depan keanekaragaman hayati di tengah krisis iklim.

  • Penulis: Admin
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanaman penahan longsor yang bisa ditanam di sekitar rumah, ada tanaman vetiver atau akar wangi, tanaman sukun hingga tanaman kemiri.

    7 Tanaman Penahan Longsor yang Bisa Ditanam di Sekitar Rumah dan Melindungi dari Ancaman Bahaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Tanaman penahan longsor yang bisa ditanam di sekitar rumah. Salah satu cara efektif untuk melindungi rumah yang rentan terhadap bencana seperti banjir, erosi, atau tanah longsor adalah dengan menanam tanaman penahan longsor. Tidak hanya memberikan manfaat pencegahan, tetapi tanaman-tanaman ini juga dapat memberikan keindahan alami pada lingkungan sekitar rumah. Dikutip dari berbagai sumber, inilah tujuh […]

  • Biosaka

    Klaim Biosaka Dapat Menggantikan Pupuk NPK 50% Tidak Valid

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Klaim bahwa Biosaka dapat menjadi substitusi 50% pupuk NPK dan meningkatkan hasil produksi tanaman pangan, tidak dapat dibuktikan. Perlakuan dengan Biosaka justru memberikan hasil yang lebih rendah ketimbang perlakuan tanpa pupuk. Sanggahan tersebut dikemukakan Dr. Ir. Arief Hartono M.Sc Agr dari Tim Kajian Institut Pertanian Bogor [IPB] pada webinar bertajuk ‘Pandangan HITI dan […]

  • BPP

    Kementan Tingkatkan Peran dan Fungsi BPP melalui DAK Fisik

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan institusi pertanian terdepan di kecamatan. Dalam pelaksanaannya, peran dan fungsi setiap BPP dibagi ke dalam wilayah-wilayah kerja penyuluh pertanian untuk menjaga ketersediaan pangan. Pangan merupakan kebutuhan dasar utama untuk manusia, harus di jamin ketersediannya agar tercukupi baik jumlah, mutu dan kualitasnya. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) […]

  • Cetak Lulusan Yang Qualified, Polbangtan Kementan Jalin Kerjasama Dengan Eratani

    Cetak Lulusan Yang Qualified, Polbangtan Kementan Jalin Kerjasama Dengan Eratani

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki tujuh kampus vokasi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Kampus tersebut terdiri dari enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan satu Politeknik Enginering Pertanian Indonesia (PEPI). Melalui kampus vokasi tersebut Kementan berupaya menghadirkan alumni yang mengisi ruang-ruang sektor Pembangunan pertanian baik sebagai petani milenial, pengusaha tani maupun tenaga kerja […]

  • Ekonomi Sirkular: 5 Aksi Sederhana yang Bisa Dimulai dari Rumah

    Ekonomi Sirkular: 5 Aksi Sederhana yang Bisa Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang bertujuan untuk menjaga nilai produk, bahan, dan sumber daya tetap berada dalam siklus perekonomian selama mungkin. Dengan pendekatan ini, dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat yang diakibatkan oleh sistem ekonomi linear dapat diminimalkan. Meski sering dianggap sebagai tanggung jawab negara dan korporasi besar, ekonomi sirkular juga bisa […]

  • Menanam Apel

    5 Tips Agar Tanaman Apel Terhindar dari Hama

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    wartanionline.com – Menanam apel bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam menanam apel adalah menjaga tanaman tetap sehat dan bebas dari serangan hama. Hama seperti ulat, kutu daun, hingga penyakit jamur bisa merusak tanaman dan menurunkan kualitas buah apel. Berikut ini adalah lima tips efektif agar tanaman apel terhindar […]

expand_less