Polres Tasikmalaya Salurkan Benih Bawang Putih Dukung Swasembada Pangan
- account_circle redaksi
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya bersama Kementerian Pertanian dan kelompok tani Desa Parentas melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada bawang putih nasional sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara optimal. Dalam kegiatan itu, Polres Tasikmalaya turut menyalurkan bantuan benih dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani setempat.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, keterlibatan kepolisian merupakan bentuk pendampingan terhadap petani sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.
Untuk mendukung kegiatan budidaya di lahan seluas 4 hektare, kelompok tani menerima 150 kilogram bibit bawang putih dan 120 karung pupuk. Bantuan pupuk tersebut terdiri atas 1.500 kilogram pupuk Phonska dan 50 kilogram pupuk Urea.
Selain benih dan pupuk, petani juga memperoleh satu rol mulsa serta sejumlah perlengkapan pertanian lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses budidaya sejak tahap penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Pendampingan yang dilakukan kepolisian tidak hanya berupa penyediaan sarana produksi. Petugas juga melakukan pengawalan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses penanaman berjalan sesuai dengan ketentuan teknis pertanian.
Kegiatan di Desa Parentas merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih secara serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi komoditas hortikultura dalam negeri.
Swasembada bawang putih masih menjadi tantangan karena kebutuhan nasional selama ini sebagian besar dipenuhi melalui impor. Tingginya ketergantungan tersebut mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi domestik, termasuk melalui perluasan areal tanam dan penyediaan sarana produksi bagi petani.
Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi melalui dukungan benih, infrastruktur pertanian, irigasi, serta alat dan mesin pertanian. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong petani memperluas budidaya bawang putih di daerah yang memiliki potensi sesuai.
Di Tasikmalaya, sinergi antara kepolisian, pemerintah dan kelompok tani diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi bawang putih lokal. Pendampingan di tingkat lapangan juga dinilai penting untuk membantu petani menghadapi kendala selama proses budidaya.
Polri menyatakan akan terus mendukung pengawalan program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional.
Selain penanaman, rangkaian program juga mencakup kegiatan panen dan penguatan fasilitas penyimpanan hasil pertanian. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membangun ekosistem bawang putih yang lebih kuat dari sisi produksi hingga pascapanen.
Dengan dukungan sarana produksi dan pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas petani diharapkan meningkat. Pada akhirnya, peningkatan produksi dalam negeri dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar