Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Bapanas Salurkan 1,65 Juta Ton Beras Kendalikan Harga di Tengah El Nino

Bapanas Salurkan 1,65 Juta Ton Beras Kendalikan Harga di Tengah El Nino

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,65 juta ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan pergerakan harga beras di tengah tekanan perubahan cuaca dan dinamika pasar.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan distribusi CBP menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.

“Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga,” kata Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Penyaluran tersebut dilakukan ketika pemerintah menghadapi tantangan produksi dan distribusi pangan akibat kondisi iklim. Fenomena El Nino yang mulai berdampak pada periode Juli-Agustus 2026 menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menjaga ketersediaan beras.

Selain mengantisipasi gangguan pasokan, distribusi CBP diarahkan untuk menekan kenaikan harga beras yang terjadi di sejumlah wilayah pada akhir Agustus. Stabilitas harga beras menjadi perhatian karena komoditas tersebut memiliki pengaruh terhadap daya beli masyarakat dan inflasi.

Ketut mengatakan pemerintah optimistis tekanan harga beras pada 2026 tidak akan setinggi periode El Nino pada 2023 dan 2024. Menurut dia, pemerintah telah memiliki stok dan instrumen intervensi yang dapat digunakan ketika terjadi kenaikan harga di pasar.

“Pemerintah meyakini pergerakan inflasi beras tidak akan sampai melonjak seperti pada El Nino edisi tahun 2023 dan 2024,” ujarnya.

Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait terus memantau perkembangan harga dan pasokan beras di berbagai daerah. Pemantauan dilakukan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi lebih cepat melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Ketut menegaskan pemerintah memiliki cadangan beras yang dapat segera digunakan untuk melakukan intervensi ketika terjadi tekanan harga.

“Ini karena kita menguasai beras banyak. Tentu harusnya segera bisa kita lakukan intervensi secepatnya, di mana pun di Indonesia. Ini karena sekali lagi semua yang dilakukan dalam SPHP, pengeluarannya diganti oleh pemerintah,” kata Ketut.

Penyaluran CBP juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Di satu sisi, harga di tingkat petani perlu tetap memberikan insentif bagi produksi. Di sisi lain, harga di tingkat konsumen perlu dijaga agar tetap terjangkau.

Bapanas juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program bantuan pangan dan distribusi beras untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai sasaran. Pengawasan diperlukan untuk mencegah penyimpangan sekaligus memastikan beras pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi beras. Puncak musim kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan pasokan di sejumlah wilayah.

Karena itu, pemerintah memilih memperkuat intervensi melalui cadangan beras pemerintah untuk mengantisipasi gejolak harga. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pasokan dan harga di masing-masing daerah.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.

Dengan distribusi CBP yang telah mencapai 1,65 juta ton, pemerintah berharap tekanan harga beras dapat dikendalikan hingga akhir tahun. Bapanas memastikan perkembangan harga, pasokan, serta kondisi produksi akan terus dipantau sebagai dasar untuk menentukan kebijakan intervensi berikutnya.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tikus

    Tikus Masuk Rumah? Usir dengan Tanaman Ini, Alami dan Murah!

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Kehadiran tikus di rumah bukan hanya membuat risih, tapi juga berisiko bagi kesehatan keluarga. Hewan pengerat ini tak hanya merusak perabotan, kabel, dan makanan, tapi juga bisa menyebarkan penyakit serius seperti leptospirosis, hantavirus, pes, hingga demam berdarah tikus melalui urine dan kotorannya. Mengusir tikus bukan tugas mudah. Banyak metode pengendalian yang mahal dan […]

  • Bisnis Tanaman Hias

    Bisnis Tanaman Hias yang Menguntungkan: 7 Pilihan dengan Potensi Besar

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Saat ini, dunia bisnis semakin beragam, mulai dari bisnis mainstream hingga bisnis online. Namun, tak semua model bisnis bertahan lama; ada yang musiman seperti bisnis batu akik, dan ada juga yang terus berkembang. Salah satu bisnis yang menjanjikan adalah bisnis tanaman hias. Bagi Anda yang bertanya-tanya, jenis bisnis tanaman hias apa yang paling […]

  • Penyuluh dan

    Kementan Pastikan Penyuluh Dampingi Petani Optimalisasi Percepatan Produksi Padi dan Jagung di Banten

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    BANTEN – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya fokus kerja dalam satu tahun masa jabatannya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti padi dan jagung. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Satu tahun ini saya fokus pada produksi […]

  • Tanaman Philodendron

    Tanaman Hias yang Cocok untuk Ruangan Gelap

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Tanaman yang cocok untuk ruangan gelap biasanya dapat beradaptasi dengan cahaya rendah dan tetap tumbuh dengan baik. Ini membuat tanaman tersebut ideal untuk ditempatkan di area yang jarang terkena sinar matahari. Jika Moms mencari tanaman yang cocok untuk ruangan gelap di dalam rumah, berikut adalah beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan: Rekomendasi Tanaman Hias […]

  • Tanaman Hias Pot Gantung Perlu Disiram? Ini Cara Mengetahuinya

    Perawatan Tanaman Hias di Pot Gantung, Ini Tips Penting agar Tetap Terhidrasi dengan Baik di Musim Panas

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Tanaman hias pot gantung merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk menambahkan keindahan dan warna pada taman. Namun, penting bagi kita untuk memperhatikan kebutuhan air tanaman hias yang ada di dalam pot gantung tersebut, terutama saat cuaca sedang panas. Menjaga tanaman tetap terhidrasi dengan baik merupakan faktor penting dalam menjaga keberhasilan pertumbuhan dan keindahan […]

  • AI

    AI untuk Prediksi Cuaca dan Kondisi Tanaman: Cerdas dan Efisien!

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Di era digital, kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam mendukung sektor pertanian, terutama dalam prediksi cuaca dan pemantauan kondisi tanaman. Teknologi ini membantu petani dan pengelola perkebunan membuat keputusan yang lebih baik dan tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kerugian, dan menjaga keberlanjutan produksi. 1. Prediksi Cuaca yang Akurat dan […]

expand_less