Airlangga dan Rusia Perkuat Kerja Sama Dagang, Nilai Perdagangan Tembus US$4,84 Miliar
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- print Cetak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026), untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan perluasan akses pasar produk Indonesia ke Rusia serta negara-negara kawasan Eurasia.
Pertemuan bilateral tersebut membahas peluang peningkatan perdagangan minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan produk pertanian Indonesia. Kedua pihak juga menjajaki penguatan kemitraan antarpelaku usaha serta kerja sama di sektor pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada Mei 2026.
“Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Airlangga dalam siaran pers yang diterbitkan Sabtu (17/10/2026).
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai US$4,84 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$3,98 miliar.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu landasan bagi kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi, termasuk melalui diversifikasi produk ekspor-impor serta penguatan jaringan bisnis.
Airlangga menyambut baik partisipasi delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kehadiran delegasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan perusahaan dari kedua negara dan membuka peluang kemitraan komersial baru.
Melalui pertemuan bisnis, pelaku usaha Indonesia dan Rusia dapat menjajaki peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama industri secara langsung.
“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Selain peningkatan perdagangan bilateral, Airlangga dan Manturov membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU FTA).
Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia ke negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Sejumlah produk yang berpotensi memperoleh akses pasar lebih luas meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.
Saat ini, proses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat dirampungkan sebelum akhir 2026 sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif.
Pemberlakuan perjanjian ini diharapkan membuka peluang baru bagi eksportir Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia.
Namun, pemanfaatan peluang tersebut tetap bergantung pada ketentuan perjanjian, kesiapan pelaku usaha, serta kemampuan produk Indonesia memenuhi persyaratan pasar tujuan.
Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov menekankan bahwa penguatan hubungan langsung antarpelaku usaha merupakan faktor penting untuk mengembangkan kerja sama ekonomi kedua negara.
Menurutnya, pertemuan bisnis dapat membantu perusahaan menemukan mitra potensial, memperluas jaringan perdagangan, dan mengidentifikasi peluang investasi yang dapat ditindaklanjuti.
Partisipasi delegasi bisnis Rusia dalam TEI 2026 juga menjadi tindak lanjut dari keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran industri INNOPROM di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026.
“Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ujar Manturov.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara perusahaan Indonesia dan Rusia, sekaligus mendorong diversifikasi perdagangan dan pengembangan proyek investasi di berbagai sektor.
Airlangga dan Manturov sepakat untuk melanjutkan penguatan kerja sama di sektor pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan, memperluas peluang investasi, dan menciptakan manfaat bagi pelaku usaha.
Dengan nilai perdagangan yang terus meningkat dan proses Indonesia-EAEU FTA yang mendekati tahap akhir, Indonesia dan Rusia berupaya memperkuat hubungan ekonomi melalui perluasan akses pasar, peningkatan kemitraan bisnis, serta pengembangan kerja sama industri.
Penyelesaian perjanjian perdagangan bebas sebelum akhir 2026 menjadi salah satu agenda penting untuk mendukung ekspansi produk Indonesia ke pasar Eurasia dan memperkuat perdagangan bilateral pada tahun-tahun mendatang.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar