Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Kementan Siapkan Tenaga Medis Terlatih Khusus Tangani PMK

Kementan Siapkan Tenaga Medis Terlatih Khusus Tangani PMK

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan tenaga medis terlatih yang tanggap tangani PMK. Untuk mendukung hal tersebut, Kementan melakukan transfer of knowledge atau transfer pengetahuan kepada SDM peternakan melalui pelatihan pengendalian PMK.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ditegaskannya, masyarakat tidak perlu panik karena PMK bisa ditanggulangi.

“Pelatihan ini memiliki arti penting sebagai salah satu upaya dalam mengendalikan dan menangani PMK melalui peningkatan kualitas kompetensi SDM Pertanian/ Peternakan, para peserta pelatihan yang meliputi Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Koordinator BPP, Penyuluh Peternakan, dan Pengelola P4S,” katanya saat membuka Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kamis (12/05/2022).

Mentan SYL menjelaskan PMK adalah penyakit menular pada hewan dan sangat ditakuti oleh hampir semua negara di dunia. Utamanya negara-negara pengekspor ternak dan produk ternak, termasuk Indonesia.

“Indonesia pertama kali tertular PMK tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Upaya pemberantasan dan pembebasan PMK di Indonesia terus dilakukan sejak tahun 1974 hingga 1986. Pada tahun 1990, penyakit tersebut benar-benar dinyatakan hilang dan secara resmi Indonesia telah diakui bebas PMK oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia atau Office International des Epizooties (OIE),” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia bebas dari PMK pada tahun 1990 merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, didukung kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan sehingga memudahkan dalam melokalisasi penyakit ini. PMK menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar, bukan hanya mengancam kelestarian populasi ternak di dalam negeri, tetapi juga mengakibatkan hilangnya peluang ekspor ternak dan hasil ternak.

“Oleh karena itu, peran aktif dari berbagai pihak diperlukan bagi pencegahan dan penanganan penyakit tersebut di Indonesia, melalui pengetahuan yang cukup tentang PMK dan langkah-langkah yang perlu diambil,”ujarnya.

Mentan menambahkan merebaknya kasus PMK di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dan Aceh, memerlukan upaya nyata untuk segera mengendalikan, salah satunya dengan memanfaatkan transfer of knowledge bagi petugas pendamping mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PMK secara cepat dan masif.

“Untuk itu, kualitas pelatihan yang dilaksanakan di UPT harus lebih ditingkatkan. Sehingga, menghasilkan purnawidya-purnawidya yang berkualitas untuk dapat segera menangani dan mengendalikan PMK dan potensi kendala-kendala lainnya. Petugas pendamping peternakan juga harus dapat menambah wawasan pengetahuan dalam mengedukasi petani/peternak, serta meningkatkan kesejahteraan petani/peternak di wilayah binaannya,” katanya.

Mentan pun memberikan apresiasi secara maksimal terhadap langkah konkret dan jelas dalam penanggulangan PMK diantaranya upaya membentuk satgas dan gugus tugas, agenda sos atau darurat, langkah temporer, dan agenda recovery atau pemulihan. Mentan mendorong adanya tindakan penentuan 3 zona bagi wilayah terdampak, diantaranya zona merah, kuning dan hijau.

“Kita perlu terus waspada serta gerak cepat menanggulangi PMK ini jangan sampai timbul kepanikan di tengah masyarakat kita. Distribusi obat obatan serta vaksin harus terus digencarkan, supaya semuanya aman dan fenomena PMK ini semakin menurun,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013, PMK telah ditetapkan sebagai salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang bersifat eksotik.

“Penyakit ini berpotensi muncul dan menimbulkan kerugian ekonomi yang disebabkan kematian ternak dan tingginya angka kesakitan, adanya hambatan perdagangan, terganggunya industri pariwisata, operasional pemberantasan penyakit, serta gangguan terhadap aspek sosial budaya dan keresahan masyarakat,” katanya.

Dedi juga menegaskan, BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini
Dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit mulut dan kuku (PMK), sekaligus mengurangi penyebaran PMK.

“Untuk menanggulangi PMK ada berbagai cara, ada berbagai teknik, ada berbagai pendekatan. Jadi pelatihan ini sangat penting dan urgent,” ujarnya.

Tata cara dan tahapan dalam menanggulangi PMK perlu diketahui pasti. wajib hukumnya memahami apa itu PMK, bagaimana cara dan tahapan menanggulangi nya.

“Dengan pertimbangan itu, Kementan melaksanakan pelatihan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada saat ini kita harus bahu membahu bersinergi secara harmonis menanggulangi PMK,” katanya.

Tampil sebagai narasumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Aceh, Badan Karantina Hewan, serta Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu. (ed)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Beberkan Petunjuk Baru Penembakan Brigadir J

    Kuasa Hukum Beberkan Petunjuk Baru Penembakan Brigadir J

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA : Temuan baru mengejutkan diungkap Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak. Temuan itu berupa foto saat brigadir J menghubungi kekasihnya lewat video call. Foto tersebut oleh Kamarudin Simanjuntak diunggah ke akun Facebook pribadinya. Dalam foto itu terlihat Brigadir J sedang istirahat di atas tempat tidur menggunakan baju berwarna hitam bercorak. Baik Brigadir J […]

  • KEMENTAN BERSAMA PEMDA SULAWESI SELATAN SIAP DUKUNG DAN SUKSESKAN PRA-PENAS 2022

    KEMENTAN BERSAMA PEMDA SULAWESI SELATAN SIAP DUKUNG DAN SUKSESKAN PRA-PENAS 2022

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 2Komentar

    SULSEL – Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan. Melalui kemandirian pangan diharapkan kesejahteraan petani meningkat. Salah satu kegiatan guna memotivasi dan menggairahkan petani-nelayan, petani hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan adalah PRA-PENAS. Menteri Pertanian, […]

  • Kementan Genjot Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian

    Kementan Genjot Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    GOWA – Memasuki tahun keempat, pelaksanaan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) berhasil melakukan pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di 4 (empat) kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya Kabupaten Bone, Maros, Bantaeng dan Bulukumba. Program YESS merupakan proyek pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian yang didanai oleh IFAD, yang […]

  • Tanaman padi

    Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi untuk

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tanaman padi adalah komoditas utama dalam pertanian Indonesia. Namun, ancaman hama dan penyakit sering kali menjadi tantangan besar bagi para petani, mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan. Berikut beberapa hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman padi, serta cara mengatasinya. 1. Wereng Batang Coklat Wereng batang coklat menyerang batang tanaman padi, menghisap cairannya, […]

  • Cara Mengolah Hasil Panen dengan Teknologi Pangan

    Teknologi Pangan yang Akan Mengubah Hasil Panenmu Jadi Lebih Enak, Sehat, dan Awet!

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cara mengolah hasil panen dengan teknologi pangan. Dalam era digital saat ini, teknologi pangan menjadi solusi untuk mengolah hasil panen dengan lebih efisien, cepat, dan presisi. Teknologi pangan memungkinkan para petani atau produsen makanan untuk menghasilkan produk makanan dengan kualitas yang lebih baik, memperpanjang umur simpan, meningkatkan rasa, dan mengurangi limbah makanan. Berikut adalah beberapa […]

  • Tanaman cengkeh

    Kenali 5 Hama Pengganggu Tanaman Cengkeh

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    wartanionline.com – Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah komoditas penting yang sering dimanfaatkan sebagai rempah dan bahan obat. Namun, tanaman ini rentan terhadap serangan berbagai jenis hama yang dapat menurunkan produktivitasnya. Berikut adalah lima jenis hama utama yang perlu diwaspadai pada tanaman cengkeh: 1. Penggerek Batang Cengkeh (Xyleborus spp.) Hama ini menyerang batang cengkeh dengan cara […]

expand_less