Agropreneur Summit 2026 Perkuat Generasi Muda Wirausaha Pertanian
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Penyelenggaraan Agropreneur Summit 2026. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com, Gowa – Semangat membangun generasi muda pertanian yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Agropreneur Summit 2026 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Mengusung tema “From Dormitory to CEO: Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang, Menumbuhkan Generasi Agripreneur yang Siap Berkarya dan Berwirausaha”, kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus II Polbangtan Gowa, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 350 mahasiswa Polbangtan Gowa ini menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis di lingkungan pendidikan vokasi pertanian. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, pelaku usaha, serta sejumlah tamu undangan.

Penyelenggaraan Agropreneur Summit 2026. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)
Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, Kisman Awaluddin Arsyad mengapresiasi inisiatif HIPMI PT Polbangtan Gowa yang berhasil menghadirkan ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas, keberanian untuk mengambil peluang, serta kemampuan membangun usaha di sektor pertanian yang memiliki prospek sangat besar di masa depan,” ujarnya.
Seminar secara resmi dibuka oleh Plt. Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, Ia menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, serta mampu menciptakan peluang usaha yang bernilai tambah bagi pembangunan pertanian nasional.
Sebagai narasumber utama, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengajak mahasiswa untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan, terutama di tengah transformasi teknologi dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi dan membangun usaha yang mampu meningkatkan daya saing pertanian Indonesia,” ungkapnya.
Inspirasi kewirausahaan juga dibagikan oleh Dewan Pembina BPC HIPMI Bone, H. Zulfikar Juniardo, yang menceritakan perjalanan membangun usaha dari nol hingga berkembang. Menurutnya, keberanian memulai, konsistensi, dan kemampuan membangun jejaring merupakan modal utama dalam menghadapi dinamika dunia usaha.
Ketua Umum HIPMI PT Polbangtan Gowa, Agung Kurniawan Samad, mengatakan Agropreneur Summit 2026 merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi bisnis, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangkitkan semangat mahasiswa untuk berani berwirausaha, melahirkan inovasi, serta memanfaatkan potensi sektor pertanian sebagai peluang dalam menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi harus melahirkan lulusan yang mampu menjadi pelaku usaha di sektor pertanian.
“Hilangkan pikiran mencari kerja, tetapi usahakan agar kita yang membuka lapangan kerja. Latih kemampuan dari sekarang,” ujar Menteri Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dirancang untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelaku utama pembangunan pertanian.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Arsanti.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin Awaludin, menilai Agropreneur Summit 2026 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.
“Sektor pertanian membutuhkan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga jiwa kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan membangun usaha yang berdaya saing. Kegiatan seperti ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting dalam menyiapkan agripreneur masa depan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi interaktif yang membahas peluang usaha berbasis pertanian, strategi pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi, hingga pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Melalui Agropreneur Summit 2026, HIPMI PT Polbangtan Gowa berharap semakin banyak mahasiswa yang tumbuh menjadi agripreneur muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com
- Sumber: Humas Polbangtan Gowa





Saat ini belum ada komentar