Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp72.400, Pedagang Pasar Masih Bertahan

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp72.400, Pedagang Pasar Masih Bertahan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Jakarta menunjukkan perbedaan antara data pantauan nasional dan harga yang ditemukan di pasar tradisional. Kondisi tersebut terlihat pada harga cabai rawit merah yang tercatat cukup tinggi dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Senin (10/8/2026).

PIHPS Nasional mencatat harga rata-rata cabai rawit merah mencapai Rp72.400 per kilogram. Sementara itu, harga di tingkat pedagang Pasar Kebayoran Lama terpantau lebih rendah, yakni sekitar Rp55.000-Rp60.000 per kilogram.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga pangan di tingkat konsumen dapat bervariasi tergantung wilayah, pasokan, permintaan, serta rantai distribusi yang berlangsung sebelum komoditas sampai ke pasar.

Harga Cabai di Pasar Kebayoran Lama Beragam

Pantauan di Pasar Kebayoran Lama menunjukkan harga cabai rawit merah relatif stabil. Pedagang menyebut komoditas tersebut dijual pada kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan berarti selama lebih dari sepekan.

Namun, pergerakan berbeda terjadi pada sejumlah jenis cabai lainnya.

Cabai merah keriting misalnya, mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar justru turun tipis menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp48.000 per kilogram.

Adapun cabai rawit hijau masih dipasarkan dengan harga sekitar Rp50.000 per kilogram.

Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa masing-masing komoditas memiliki dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda.

PIHPS Catat Harga Pangan Strategis Lainnya

Selain cabai, PIHPS Nasional juga mencatat pergerakan sejumlah komoditas pangan strategis lainnya pada periode yang sama.

Harga bawang merah tercatat sekitar Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp42.750 per kilogram.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp16.100 per kilogram dan kualitas bawah II sebesar Rp15.600 per kilogram.

Sementara itu, beras medium I berada di harga Rp17.500 per kilogram dan beras medium II sekitar Rp16.750 per kilogram. Adapun beras super I tercatat Rp18.800 per kilogram dan beras super II sebesar Rp18.100 per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp45.600 per kilogram. Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp149.400 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di kisaran Rp142.850 per kilogram.

Perbedaan Data Jadi Tantangan Pengendalian Harga

Perbedaan antara harga rata-rata nasional dan harga di pasar tertentu merupakan hal yang perlu dicermati dalam pemantauan pangan. Data nasional memiliki cakupan wilayah yang lebih luas, sedangkan harga di pasar tradisional dapat dipengaruhi kondisi pasokan dan permintaan setempat.

Selain itu, panjangnya rantai distribusi juga dapat menyebabkan harga komoditas berbeda ketika sampai di tingkat pedagang dan konsumen.

Bagi pemerintah, informasi harga yang akurat menjadi penting untuk menentukan kebijakan pengendalian pangan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Sinkronisasi data antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pasar tradisional pun menjadi semakin penting. Dengan data yang lebih terintegrasi, perubahan harga dapat dipantau secara lebih cepat sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sebelum kenaikan harga meluas.

Masyarakat Perlu Cermat Membandingkan Harga

Di tengah fluktuasi harga pangan, masyarakat juga perlu membandingkan harga sebelum berbelanja. Perbedaan harga antar pasar dapat terjadi karena faktor lokasi, ketersediaan stok, kualitas komoditas, hingga biaya distribusi.

Sementara bagi pemerintah dan pelaku distribusi, stabilitas pasokan menjadi salah satu kunci untuk menjaga harga tetap terjangkau.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala serta koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pedagang, gejolak harga pangan diharapkan dapat ditekan. Upaya tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kestabilan ekonomi secara keseluruhan.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Cara Stek Batang Tanaman Agar Cepat Tumbuh dan Subur, Cocok Dicoba Di Rumah

    Tips Cara Stek Batang Tanaman Agar Cepat Tumbuh dan Subur, Cocok Dicoba Di Rumah

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Stek batang merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman yang mudah dan murah. Teknik ini dilakukan dengan menumbuhkan akar dari batang tanaman yang kemudian ditanam sebagai tanaman baru. Berikut tips cara stek batang agar cepat tumbuh dan subur: 1. Pilih Batang yang Tepat Pilih batang yang sehat, tidak berpenyakit, dan memiliki ruas yang jelas. Pilih batang […]

  • Benda Organik di Rumah yang Tidak Bisa Dibuat Pupuk Kompos

    Hati-Hati! Benda Organik di Rumah Ini Tidak Bisa Dibuat Pupuk Kompos

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Pupuk kompos ini adalah penyedia unsur-unsur hara yang tentunya sangat penting bagi tanaman untuk tumbuh. Secara umum, kompos dapat berasal dari benda seperti sampah makanan dan juga sampah rumah tangga. Kegiatan mengompos ini masuk dalam salah satu cara untuk mengurangi limbah yang dibuang ke TPA. Bahan-bahan dalam membuat pupuk kompos ini umumnya terdiri dari benda […]

  • Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

    Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

    • calendar_month Minggu, 22 Jan 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 6Komentar

    Tanaman hias pembawa keberuntungan menurut feng shui ini pasti akan sangat diburu ketika Imlek. Menurut fengshui, terdapat beberapa jenis tanaman hias yang bisa mendatangkan hoki jika ditempatkan langsung di dalam rumah. Tak hanya itu, ada pula tanaman hias yang disebut dapat mendatangkan kebahagiaan, kemakmuran hingga keberuntungan bagi pemilik rumah. Dikutip dari beberapa sumber, inilah 5 […]

  • Inovasi Terbaru Pakan Ayam, Fermentasi Dedak Padi dengan EM4

    Fermentasi Dedak Padi dengan EM4, Inovasi Terbaru dalam Pembuatan Pakan Ayam yang Lebih Berkualitas

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Inovasi terbaru pakan ayam, fermentasi dedak padi dengan EM4. Apakah Anda ingin memberikan pakan ayam yang lebih baik dan lebih berkualitas? Salah satu inovasi terbaru pakan ayam yang dapat dilakukan adalah dengan membuat dedak padi fermentasi menggunakan EM4. Kali ini, kita akan membahas tentang tips dan cara inovasi terbaru membuat dedak padi fermentasi dengan EM4 […]

  • Mengusir Hama pada Tanaman Kol

    Cara Ampuh Mengusir Hama pada Tanaman Kol untuk Hasil Panen Optimal

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Tanaman kol (Brassica oleracea) seringkali menjadi sasaran berbagai jenis hama yang dapat merusak tanaman. Untuk menjaga kesehatan dan hasil panen yang maksimal, berikut beberapa tips efektif untuk mengusir hama pada tanaman kol: Gunakan Pestisida Organik Pestisida alami seperti larutan sabun cuci piring yang dicampur dengan air dapat digunakan untuk mengusir kutu daun dan […]

  • Limbah Pertanian yang Dapat menjadi Polutan

    Mengintip Bahaya yang Tersembunyi di Balik Limbah Pertanian yang Dapat menjadi Polutan

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Limbah pertanian yang dapat menjadi polutan ini ternyata berbahaya. Limbah pertanian merupakan salah satu sumber polusi lingkungan yang seringkali diabaikan, namun memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Limbah pertanian dapat menjadi polutan karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti pestisida, herbisida, insektisida, dan pupuk kimia yang dapat mencemari air tanah, air permukaan, […]

expand_less