Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30 Kontainer Beras dan Garam Ilegal

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30 Kontainer Beras dan Garam Ilegal

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggagalkan upaya penyelundupan beras dan garam asal India yang disamarkan sebagai bahan kimia dalam 30 kontainer.

Penindakan dilakukan di dua lokasi, yakni Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan sebuah kawasan berikat di Bogor, Jawa Barat. Barang-barang tersebut diketahui tidak sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam dokumen impor.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari analisis intelijen yang menemukan indikasi pemberitahuan barang yang tidak benar.

“Bea Cukai menemukan adanya indikasi pemberitahuan barang yang tidak benar, termasuk upaya pengelabuan melalui kemasan,” kata Djaka.

Menurut Djaka, modus yang digunakan importir adalah mencantumkan keterangan bahan kimia dalam dokumen impor untuk mengelabui petugas dan menghindari pengawasan terhadap komoditas pangan.

Penindakan pertama dilakukan terhadap 15 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam dokumen impor, kontainer tersebut diberitahukan berisi ammonium chloride.

Sementara itu, 15 kontainer lainnya ditindak di kawasan berikat di Bogor. Barang tersebut dilaporkan sebagai salt-chemical yang disebut ditujukan untuk kebutuhan industri penyamakan kulit.

Analisis intelijen Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I bersama Bea Cukai Tanjung Perak kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik terhadap kontainer.

Hasil pemeriksaan menunjukkan isi kontainer tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan importir.

Penindakan di Tanjung Perak dilakukan pada 19 Agustus 2026. Dari pemeriksaan 15 kontainer tersebut, petugas menemukan 202.450 kilogram beras dan 211.000 kilogram garam.

Nilai barang hasil penindakan di Surabaya diperkirakan mencapai Rp7,85 miliar. Kasus tersebut kini dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sementara itu, penindakan terhadap 15 kontainer di kawasan berikat Bogor dilakukan pada 7 September 2026.

Secara keseluruhan, dari dua lokasi penindakan, Bea Cukai mengamankan total 397.350 kilogram beras.

Selain beras, petugas juga menemukan 436.400 kilogram butiran putih yang diduga merupakan garam.

DJBC menyatakan seluruh barang tersebut berasal dari India dan ditemukan adanya ketidaksesuaian antara isi kontainer dengan pemberitahuan dalam dokumen impor.

“Bea Cukai menemukan adanya indikasi pemberitahuan barang yang tidak benar,” ujar Djaka.

Selain komoditas pangan, petugas juga mengamankan sekitar 1.435 bal pakaian yang diduga merupakan barang bekas dalam rangkaian penindakan tersebut.

Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.

DJBC menyatakan akan terus memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor, khususnya komoditas pangan dan barang yang berpotensi masuk melalui modus pemberitahuan yang tidak sesuai.

Pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan sekaligus mencegah masuknya barang ilegal ke pasar domestik.

Pemeriksaan terhadap dokumen impor serta pihak-pihak yang terkait dengan pengiriman 30 kontainer tersebut masih berlangsung. DJBC juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penanganan perkara.

Bea Cukai menilai pemanfaatan analisis intelijen menjadi salah satu instrumen penting untuk mendeteksi ketidaksesuaian antara dokumen dan barang secara fisik.

Pengawasan di pelabuhan dan kawasan berikat pun akan terus diperkuat untuk mencegah praktik penyelundupan dengan modus serupa serta memastikan kegiatan impor berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Untuk Anda yang ingin memiliki Lidah Mertua, namun masih bingung dengan cara perawatannya. Berikut, telah kami rangkum tips perawatannya.

    Inilah Tips Merawat Lidah Mertua dengan Tepat, Ikuti Langkah-langkahnya

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tips merawat lidah mertua dengan tepat. Lidah mertua adalah tanaman yang sering kita jumpai di tiap rumah. Selain karena bentuk dan warna daunnya yang mencuri hati, perawatan Lidah Mertua terbilang cukup mudah. Untuk Anda yang ingin memiliki Lidah Mertua, namun masih bingung dengan cara perawatannya. Berikut, telah kami rangkum tips merawat lidah mertua dengan tepat, […]

  • Jagung

    Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk tahun 2024.  Perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu. “Kita akan melakukan akselerasi dari potensi besar […]

  • Revitalisasi Pertanian Organik: Peluang dan Tantangan di Indonesia

    Revitalisasi Pertanian Organik: Peluang dan Tantangan di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Revitalisasi pertanian organik semakin menjadi perhatian di Indonesia dengan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya produk pangan yang sehat dan ramah lingkungan. Hal ini memicu tantangan baru serta membuka peluang bisnis yang menjanjikan dalam bidang pertanian organik. Peluang Pertanian Organik Peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan telah mendorong minat masyarakat terhad produk organik. […]

  • Jawa Barat

    Sukses Terapkan CSA: Subang Jadi Obyek Studi Tiru Scalling Up Pertanian Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    Cirebon – Kehadiran teknologi Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), diharapkan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, serta meningkatan pendapatan petani pada lahan sawah beririgasi menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. CSA merupakan […]

  • tanaman hias

    Cantik Tapi Sensitif: 7 Tanaman yang Harus Dijauhkan dari Sinar Terik

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tidak semua tanaman hias menyukai sinar matahari langsung. Beberapa justru tumbuh lebih baik di tempat yang teduh dengan cahaya terang tidak langsung. Salah penempatan bisa membuat daun menguning, memucat, bahkan terbakar. Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut adalah tujuh tanaman hias yang sebaiknya dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung: 1. Sirih Gading […]

  • pertanian terpadu

    Kementan Dorong Pertanian Terpadu Tanpa Sampah Upaya Ketahanan Pangan Pertanian Ramah Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau P4S merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok. Wadah tersebut diharapkan dapat secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya. Hal ini […]

expand_less