wartanionline.com – Budidaya hidroponik merupakan suatu metode bertanam yang menggunakan media air sebagai pengganti tanah. Dengan demikian, hidroponik dapat dilakukan di tempat yang terbatas, bahkan di lahan kecil sekalipun, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Metode ini sangat cocok untuk masyarakat perkotaan yang tinggal di lingkungan dengan keterbatasan lahan.
Secara sederhana, hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, hanya mengandalkan air yang diberi nutrisi. Dalam perkembangannya, hidroponik termasuk dalam kategori pertanian organik karena tanaman yang ditanam dalam sistem ini cenderung lebih bersih dan sehat.
Salah satu keunggulannya adalah tanaman tidak terpapar pestisida atau bahan kimia yang biasanya disemprotkan pada tanaman konvensional. Oleh karena itu, tanaman yang dihasilkan melalui budidaya hidroponik lebih aman untuk dikonsumsi.
Pola hidup sehat yang semakin digemari oleh banyak orang mendorong mereka untuk mengonsumsi makanan organik, dan hidroponik hadir sebagai solusi dalam menyediakan sayuran dan buah-buahan organik di rumah.
Berbagai jenis tanaman bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik sederhana, seperti kangkung, sawi, selada, cabai, tomat, hingga buah-buahan seperti melon dan pisang.
Biaya dan Peralatan
Meskipun pada skala besar budidaya hidroponik memerlukan perlengkapan yang cukup mahal, namun bagi pemula atau untuk skala kecil, kita bisa memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita, seperti botol bekas. Metode hidroponik sederhana ini cocok untuk mereka yang tinggal di daerah perkotaan dengan lahan terbatas.
Tahapan Budidaya Hidroponik Sederhana
-
Persiapan Peralatan dan Bahan Untuk memulai budidaya hidroponik sederhana, kita memerlukan beberapa peralatan dan bahan yang mudah ditemukan:
-
Kain perca (lebih baik menggunakan flanel) untuk sumbu
-
Botol plastik bekas
-
Media tanam
-
Nutrisi hidroponik
-
-
Pembuatan Wadah Tanam Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat wadah tanam sederhana:
-
Potong botol plastik bekas menjadi dua bagian.
-
Buat lubang di leher botol bagian atas menggunakan solder atau paku panas.
-
Gulung kain perca dan masukkan ke dalam lubang sebagai sumbu.
-
Satukan kedua bagian botol dengan posisi terbalik, sehingga leher botol berada di dalam tubuh botol.
-
Wadah siap digunakan untuk menanam benih.
-
-
Penyemaian Benih dengan Rockwool Banyak orang memilih untuk menanam benih yang sudah disemai karena lebih praktis. Untuk penyemaian menggunakan rockwool, ikuti langkah-langkah berikut:
-
Potong rockwool menjadi ukuran 2,5×2,5 cm.
-
Semprotkan air pada rockwool hingga lembab, namun jangan terlalu basah.
-
Buat lubang di tengah rockwool dan masukkan benih ke dalamnya.
-
Tutup rockwool dengan plastik gelap dan simpan di tempat gelap.
-
Setelah 24–48 jam, benih akan mulai berkecambah dan berkembang menjadi bibit.
-
-
Meracik Larutan Nutrisi AB Mix Nutrisi AB mix adalah komponen penting dalam budidaya hidroponik. Berikut cara melarutkannya:
-
Siapkan dua wadah berisi air sesuai dengan volume yang tertera pada kemasan.
-
Masukkan serbuk nutrisi AB mix ke masing-masing wadah dan aduk hingga larut.
-
Setelah larut, tambahkan air hingga mencapai volume yang tertera.
-
Simpan larutan di botol atau jerigen dan beri label dengan tanda A dan B untuk memudahkan pemakaian.
-
-
Pemindahan Bibit ke Wadah Tanam Setelah bibit siap, pindahkan ke dalam wadah tanam. Jika bibit disemai dengan rockwool, cukup pindahkan bibit beserta rockwool-nya ke dalam pot hidroponik. Pastikan akar tumbuhan bebas dan tidak terjepit dalam media tanam.
-
Perawatan Tumbuhan Hidroponik dengan Sistem Wick Perawatan tumbuhan hidroponik dengan sistem wick cukup mudah. Pastikan tanaman diletakkan di tempat yang terhindar dari polusi atau sampah. Jangan biarkan tanaman terpapar hujan langsung, dan pastikan mendapatkan cukup sinar matahari. Berikan pupuk secara teratur dan pastikan kombinasi air serta nutrisi selalu tersedia.
Masa Panen
Waktu panen tanaman hidroponik bergantung pada jenis tanaman yang ditanam. Secara umum, sayuran hidroponik tumbuh relatif cepat dan bisa dipanen antara 30-45 hari setelah disemai.
Cara panennya pun cukup mudah, cukup mencabut atau memotong tanaman dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman yang lain.
Tinggalkan Balasan